China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Jum'at, 05 Juni 2026 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Gagasan pusat data bawah air bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Microsoft sebelumnya telah melakukan Proyek Natick, menguji server yang ditempatkan di bawah air di Skotlandia dan California.
Tes tersebut menunjukkan bahwa lingkungan tertutup dapat membantu mengurangi tingkat kegagalan perangkat keras dengan membatasi paparan oksigen dan fluktuasi suhu.
Proyek asal Tiongkok ini membawa konsep tersebut ke skala komersial, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh entitas lain sebelumnya.
Meskipun telah mencapai kinerja yang mengesankan, penyebaran bawah laut skala besar masih menghadapi banyak tantangan teknis. Korosi, daya tahan kabel bawah laut, dan aksesibilitas perangkat keras jika terjadi kegagalan merupakan kelemahan utama.
Selain itu, mengganti peralatan yang rusak di dasar laut jauh lebih kompleks daripada di pusat data di darat. Operator harus sepenuhnya bergantung pada teknologi pemantauan jarak jauh dan sistem redundansi untuk meminimalkan kebutuhan perawatan langsung.
Tes tersebut menunjukkan bahwa lingkungan tertutup dapat membantu mengurangi tingkat kegagalan perangkat keras dengan membatasi paparan oksigen dan fluktuasi suhu.
Proyek asal Tiongkok ini membawa konsep tersebut ke skala komersial, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh entitas lain sebelumnya.
Meskipun telah mencapai kinerja yang mengesankan, penyebaran bawah laut skala besar masih menghadapi banyak tantangan teknis. Korosi, daya tahan kabel bawah laut, dan aksesibilitas perangkat keras jika terjadi kegagalan merupakan kelemahan utama.
Selain itu, mengganti peralatan yang rusak di dasar laut jauh lebih kompleks daripada di pusat data di darat. Operator harus sepenuhnya bergantung pada teknologi pemantauan jarak jauh dan sistem redundansi untuk meminimalkan kebutuhan perawatan langsung.
(wbs)
Lihat Juga :