Peran Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari Dibeberkan
Minggu, 24 Mei 2026 - 14:58 WIB
loading...
Even Diversity in Intelligence, dan tagline I’m SMART in my own way.. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Mensa Indonesia menyelenggarakan Mensa Indonesia Intelligence Day di BINUS University, Bekasi dengan mengangkat tema besar “Diversity in Intelligence,” dan tagline “I’m SMART in my own way”.
Melalui acara ini, berbagai perspektif mengenai kecerdasan tersebut dihadirkan secara nyata melalui rangkaian sesi diskusi, sharing session, dan refleksi publik dari beragam latar belakang.
Dalam acara ini, publik diperlihatkan gambaran bahwa Indonesia penuh dengan individu-individu luar biasa, dengan kecerdasan yang hadir dalam berbagai bentuk dan bidang kehidupan.
Ada yang menunjukkan kecerdasannya melalui pendidikan dan psikologi, ada yang melalui kreativitas dan seni, ada yang melalui olahraga dan disiplin hidup, hingga melalui perjalanan karier, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan keberanian menghadapi tantangan hidup.
Acara dibuka dengan sambutan dari BINUS University Bekasi yang diwakili oleh Prof. Sevenpri Candra selaku Deputy Campus Director – Academic & Student Development BINUS University Bekasi, dan dilanjutkan dengan opening speech dari Chairman Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan:
“Mensa Indonesia Intelligence Day menjadi langkah awal Mensa Indonesia sebagai bagian dari organisasi IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagi pengetahuan, wawasan, dan kolaborasi demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.” tutur Satriadi Gunawan.
Dr. Dwi Larso selaku Direktur Beasiswa LPDP membahas pentingnya memahami kecerdasan secara lebih luas sebagai modal utama Indonesia dalam menghadapi perubahan global, transformasi teknologi, dan tantangan masa depan.
Melalui sesi-sesi bertajuk “Nature AND Nurture: Not ONE, but BOTH,” “Diversity of Intelligence”, serta “Journey of Intelligence”, audiens diajak untuk tidak hanya memahami bagaimana kecerdasan manusia terbentuk melalui interaksi antara faktor bawaan dan lingkungan.
Committee Chairman sekaligus Director of Knowledge Center and Outreach Mensa Indonesia, Radita Sonix, membawakan closing remarks bertajuk “The Future of Intelligence: When Human Potential Meets Artificial Capability,” dimana beliau mengajak merefleksikan bagaimana kecerdasan manusia justru semakin penting di tengah perkembangan zaman Artificial Intelligence (AI).
AI dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum bagi manusia untuk terus mengembangkan kualitas, karakter, dan potensi kecerdasan yang dimilikinya. “Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu menggabungkan human potential dengan artificial capability secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutup Radita Sonix.
Melalui acara ini, berbagai perspektif mengenai kecerdasan tersebut dihadirkan secara nyata melalui rangkaian sesi diskusi, sharing session, dan refleksi publik dari beragam latar belakang.
Dalam acara ini, publik diperlihatkan gambaran bahwa Indonesia penuh dengan individu-individu luar biasa, dengan kecerdasan yang hadir dalam berbagai bentuk dan bidang kehidupan.
Ada yang menunjukkan kecerdasannya melalui pendidikan dan psikologi, ada yang melalui kreativitas dan seni, ada yang melalui olahraga dan disiplin hidup, hingga melalui perjalanan karier, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan keberanian menghadapi tantangan hidup.
Acara dibuka dengan sambutan dari BINUS University Bekasi yang diwakili oleh Prof. Sevenpri Candra selaku Deputy Campus Director – Academic & Student Development BINUS University Bekasi, dan dilanjutkan dengan opening speech dari Chairman Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan:
“Mensa Indonesia Intelligence Day menjadi langkah awal Mensa Indonesia sebagai bagian dari organisasi IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagi pengetahuan, wawasan, dan kolaborasi demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.” tutur Satriadi Gunawan.
Dr. Dwi Larso selaku Direktur Beasiswa LPDP membahas pentingnya memahami kecerdasan secara lebih luas sebagai modal utama Indonesia dalam menghadapi perubahan global, transformasi teknologi, dan tantangan masa depan.
Melalui sesi-sesi bertajuk “Nature AND Nurture: Not ONE, but BOTH,” “Diversity of Intelligence”, serta “Journey of Intelligence”, audiens diajak untuk tidak hanya memahami bagaimana kecerdasan manusia terbentuk melalui interaksi antara faktor bawaan dan lingkungan.
Committee Chairman sekaligus Director of Knowledge Center and Outreach Mensa Indonesia, Radita Sonix, membawakan closing remarks bertajuk “The Future of Intelligence: When Human Potential Meets Artificial Capability,” dimana beliau mengajak merefleksikan bagaimana kecerdasan manusia justru semakin penting di tengah perkembangan zaman Artificial Intelligence (AI).
AI dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum bagi manusia untuk terus mengembangkan kualitas, karakter, dan potensi kecerdasan yang dimilikinya. “Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu menggabungkan human potential dengan artificial capability secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutup Radita Sonix.
(wbs)
Lihat Juga :