340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:34 WIB
loading...
340 Juta Data Pengguna...
OnlyFans. FOTO/;Daily
A A A
JAKARTA - Sekelompok peretas telah menjual data dari 340 juta pengguna situs web OnlyFans (khusus dewasa), mengancam akan mengungkap identitas asli jutaan kreator konten dan penggemar, meskipun perusahaan tersebut membantah hal tersebut.

Kebocoran data besar-besaran ini diposting di forum peretas populer, di mana para penyerang mengklaim memiliki basis data internal yang berisi informasi pribadi dan data aktivitas untuk lebih dari 340 juta akun

OnlyFans saat ini merupakan platform berlangganan berbayar yang sangat populer dengan lebih dari 4,5 juta kreator dan hampir 380 juta pengguna, di mana privasi dan anonimitas sangat penting karena sifat konten yang sensitif.

Dikenal karena kelonggarannya dalam mengizinkan konten dewasa (18+), platform ini secara aktif berekspansi ke area konten arus utama seperti kebugaran, memasak, musik , dan seni untuk mendiversifikasi basis pelanggannya.

Menurut para peretas, data yang ditawarkan untuk dijual meliputi nama pengguna, tanggal bergabung, alamat email, jumlah pengikut, jumlah suka, jumlah foto dan video , siaran langsung, dan bahkan informasi kartu pembayaran serta profil media sosial yang terhubung.

Namun, pemeriksaan awal oleh para ahli keamanan di Cybernews hanya mengungkapkan 10 profil sampel dan menunjukkan bahwa data ini mungkin telah dikumpulkan sekitar Agustus 2025.

Yang perlu diperhatikan, kelompok peretas tersebut membantah telah menyerang server OnlyFans secara langsung.

Sebaliknya, mereka mengklaim telah membangun basis data ini dengan mengumpulkan informasi dari kebocoran OnlyFans sebelumnya, dikombinasikan dengan sumber yang tersedia untuk umum dan data dari pelanggaran platform lain. OnlyFans dengan cepat menanggapi, menegaskan bahwa laporan tentang kebocoran data ini adalah palsu.

Meskipun skala sebenarnya dari kebocoran tersebut masih dalam penyelidikan, para ahli memperingatkan bahwa bahkan jika itu hanya kompilasi data lama, hal itu sangat berbahaya.

Peretas dapat menggunakan email tersebut untuk mencocokkan kebocoran dari layanan yang kurang sensitif (seperti Netflix atau Spotify) untuk menemukan identitas asli pengguna, nomor telepon, atau alamat. Hal ini dapat membuka jalan bagi kampanye phishing, pemerasan, atau pelecehan yang secara langsung menargetkan pembuat konten.

Bisnis-bisnis di Vietnam mengalami lebih dari 320.000 serangan spionase siber . Jumlah serangan spyware di Asia Tenggara melonjak sebesar 18% pada tahun 2025. Vietnam mencatat volume serangan tertinggi yang menargetkan jaringan bisnis di kawasan tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rekomendasi
Golfphoria 2026: Turnamen...
Golfphoria 2026: Turnamen Golf Rasa Festival di Bali International Golf, Makin Meriah dan Siap Cetak Rekor Dunia
Cleft Craniofacial Awareness...
Cleft Craniofacial Awareness Month 2026, RSCM Gelar Pemeriksaan Sumbing Gratis
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Berita Terkini
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved