Saat Vaksin Corona Ditemukan, Kita Sulit Menentukan Siapa yang Jadi Prioritas

Minggu, 20 September 2020 - 18:48 WIB
loading...
A A A
Tahap 1
Petugas kesehatan dan responden pertama (5%).

Tahap 2
Orang dengan kondisi mendasar yang membuat mereka berisiko tinggi terkena penyakit COVID-19 parah atau kematian, dan orang dewasa yang lebih tua di lingkungan padat penduduk (10%).

Tahap 3
Pekerja layanan penting yang berisiko tinggi terpapar, guru dan staf sekolah, orang-orang di penampungan tunawisma dan penjara, orang dewasa yang lebih tua yang belum pernah dirawat, dan orang dengan kondisi mendasar yang membuat mereka berisiko sedang (30-35%).

Tahap 4
Dewasa muda, anak-anak, dan pekerja layanan penting dengan peningkatan risiko pajanan (40–45%).

Tahap 5
Semua penduduk yang tersisa (5–15%)

Catatan: Fase 1 dan 2 mungkin terjadi bersamaan. Persen adalah persentase penduduk AS yang menerima vaksin. Sumber: NASEM

Banyak negara sudah memiliki rencana alokasi vaksin umum, tapi mereka disesuaikan untuk pandemik influenza daripada virus Corona baru. Mereka biasanya memprioritaskan anak-anak dan wanita hamil. Namun, rencana COVID-19 tidak, karena sebagian besar uji coba vaksin saat ini tidak mencakup wanita hamil, dan virus Corona tampaknya tidak begitu mematikan bagi anak-anak daripada influenza.

Bimbingan NASEM, pada kenyataannya, merekomendasikan pemberian vaksin COVID-19 kepada anak-anak selama salah satu tahap akhir dari rencana alokasinya.

Berbeda dengan pedoman NASEM, rencana WHO mencatat para pemimpin pemerintah harus memiliki akses awal, tapi memperingatkan bahwa orang yang diprioritaskan dengan cara ini harus “ditafsirkan secara sempit untuk menyertakan sejumlah kecil individu”. (Baca juga: AMD Dikabarkan Kantongi Lisensi untuk Pasok Huawei )

“Kami sangat prihatin tentang kemungkinan bahwa kelompok ini dapat berfungsi sebagai celah di mana truk berisi orang-orang yang dianggap penting kemudian dapat mendorong diri mereka sendiri ke garis depan,” kata Ruth Faden, ahli bioetika di Johns Hopkins Berman Institute dari Bioetika di Baltimore, Maryland, yang merupakan bagian dari kelompok yang menyusun pedoman WHO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Rekomendasi
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Berita Terkini
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved