Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:23 WIB
loading...
A A A
Dari segi muatan, DF-61 dapat membawa 3 hingga 8 hulu ledak MIRV tergantung pada konfigurasinya, dan beberapa laporan tidak resmi bahkan menunjukkan jumlah ini dapat mencapai hingga 14 hulu ledak ringan.

Hal ini memungkinkan rudal untuk menyerang beberapa target secara bersamaan atau menggunakan umpan untuk menembus sistem pertahanan rudal musuh.

Untuk meningkatkan akurasi dibandingkan generasi sebelumnya, sistem navigasi DF-61 menggabungkan navigasi inersia dan satelit, serta tahan terhadap gangguan dari sistem navigasi BeiDou.

Berbeda dengan DF-5C, DF-61 menggunakan bahan bakar padat, memungkinkan peluncuran yang hampir seketika tanpa pengisian bahan bakar. Biasanya, rudal berbahan bakar cair harus diisi ulang tepat sebelum peluncuran, sebuah proses yang memakan waktu dan membuat rudal rentan terhadap deteksi oleh satelit mata-mata.

Sementara itu, rudal berbahan bakar padat dapat disimpan dan siap diluncurkan hanya dalam hitungan menit. Ini berarti bahwa musuh memiliki waktu yang sangat sedikit untuk mendeteksi dan bereaksi sebelum rudal lepas landas. Ini merupakan keuntungan penting dalam konteks Iran yang membutuhkan respons cepat terhadap serangan pendahuluan.

Menurut analisisAsia Times,kemunculan DF-61 bukan hanya langkah maju dalam jangkauan, tetapi juga "mimpi buruk" nyata bagi struktur pertahanan rudal Pentagon.

Saat ini, perisai rudal utama Amerika Serikat terhadap rudal balistik antarbenua dari negara-negara musuh adalah jaringan Pertahanan Jarak Menengah (GMD).


Ilustrasi jaringan Pertahanan Jangka Menengah AS (GMD). Foto:The Defense Watch.
Sistem ini terdiri dari jaringan radar peringatan dini global yang terhubung ke peluncur Rudal Pencegat Berbasis Darat (GBI) yang sebagian besar berlokasi di Fort Greely (Alaska) dan Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg (California).

Mekanisme kerja GMD didasarkan pada prinsip tumbukan kinetik. Secara spesifik, ketika radar mendeteksi ICBM musuh, GMD akan meluncurkan rudal pencegat yang membawa Exoatmospheric Kill Vehicle (EKV).

Misi EKV adalah untuk bertabrakan langsung dengan hulu ledak musuh dengan kecepatan melebihi 10.000 km/jam di luar angkasa, menghancurkan target sepenuhnya melalui benturan fisik tanpa memerlukan bahan peledak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Rekomendasi
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Berita Terkini
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved