Radiogenomics Teknologi Deteksi Dini Kesehatan untuk Tentukan Pola Pikir
Senin, 11 Mei 2026 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Namun lebih dari sekadar angka, kegiatan ini menjadi titik temu berbagai pendekatan yang selama ini berjalan secara terpisah. Dalam satu alur layanan yang terintegrasi, peserta tidak hanya menjalani pemeriksaan radiologi oleh Rhemedi Medical Services, tetapi juga mendapatkan pemeriksaan klinis payudara dan edukasi kesehatan melalui program Selangkah dari Siloam Hospital, serta pengambilan sampel genomik yang difasilitasi oleh Tanya DNA dari GSI Lab. Integrasi ini menjadi fondasi awal dari pendekatan baru dalam layanan kesehatan yang tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi.
Kehadiran Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama, turut memperkuat dimensi kolaboratif dalam kegiatan ini. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga lahir dari pengalaman pribadi yang mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kehilangan orang tua akibat kanker menjadi titik balik dalam cara pandangnya terhadap kesehatan, bahwa sering kali masyarakat datang ketika kondisi sudah terlambat untuk ditangani secara optimal. Pengalaman tersebut menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk mendukung setiap upaya yang mendorong deteksi dini sebagai budaya.
Di sisi lain, pendekatan komunikasi publik dalam kegiatan ini juga dirancang secara strategis. Kehadiran figur publik seperti Puteri Indonesia 2026, Agnes Rahajeng dan Puteri Indonesia 2025, dr. Melizza Xaviera tidak hanya menjadi simbol representasi perempuan Indonesia masa kini, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia medis dan masyarakat luas. Melalui pendekatan ini, pesan kesehatan tidak hanya disampaikan secara ilmiah, tetapi juga dirasakan secara emosional dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Founder Rhemedi Medical Services, dr. Rheza Maulana Syahputra, Sp.Rad, SH, MM, MARS, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal menuju sistem kesehatan berbasis *medical intelligence* (intelijen medis).
Kehadiran Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama, turut memperkuat dimensi kolaboratif dalam kegiatan ini. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga lahir dari pengalaman pribadi yang mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kehilangan orang tua akibat kanker menjadi titik balik dalam cara pandangnya terhadap kesehatan, bahwa sering kali masyarakat datang ketika kondisi sudah terlambat untuk ditangani secara optimal. Pengalaman tersebut menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk mendukung setiap upaya yang mendorong deteksi dini sebagai budaya.
Di sisi lain, pendekatan komunikasi publik dalam kegiatan ini juga dirancang secara strategis. Kehadiran figur publik seperti Puteri Indonesia 2026, Agnes Rahajeng dan Puteri Indonesia 2025, dr. Melizza Xaviera tidak hanya menjadi simbol representasi perempuan Indonesia masa kini, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia medis dan masyarakat luas. Melalui pendekatan ini, pesan kesehatan tidak hanya disampaikan secara ilmiah, tetapi juga dirasakan secara emosional dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Founder Rhemedi Medical Services, dr. Rheza Maulana Syahputra, Sp.Rad, SH, MM, MARS, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal menuju sistem kesehatan berbasis *medical intelligence* (intelijen medis).
Lihat Juga :