Laptop 2 Layar Rp55 Juta: Revolusi AI atau Sekadar Gimmick?
Jum'at, 08 Mei 2026 - 10:05 WIB
loading...
ASUS Indonesia resmi menghadirkan standar baru laptop masa depan lewat kategori Copilot+ PC yang ditenagai chip AI paling bertenaga saat ini. Foto: Asus Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Asus menawarkan konsumen ini: Rp54.999.000 untuk sebuah laptop dengan dua layar OLED 3K dan performa AI hingga 50 TOPS.
Ini adalah Asus Zenbook DUO 2026. Di tahun ini, AI bukan lagi fitur pelengkap, tapi sudah menjadi mesin utama di balik produktivitas konsumen.
Pertanyaannya, apa bedanya laptop Copilot+ PC ini dengan laptop biasa, dan mengapa Asus begitu percaya diri dengan jajaran terbaru mereka?
Pasar laptop di Indonesia per Mei 2026 kini bergeser ke arah Local AI Processing. ASUS mengambil langkah agresif dengan merilis kategori Copilot+ PC yang menggunakan Series 3 Intel Core Ultra dan AMD Ryzen AI 400.
![Laptop 2 Layar Rp55 Juta: Revolusi AI atau Sekadar Gimmick?]()
Lenny Lin, Country Manager Asus Indonesia, menyatakan bahwa tahun 2026 adalah era di mana AI menjadi bagian tak terpisahkan dari interaksi perangkat.
“Secara data, NPU pada laptop ini memiliki performa minimal 50 TOPS. Artinya, pemrosesan data cerdas dilakukan langsung di perangkat (lokal), bukan di cloud,” bebernya.
Ini memberikan keamanan data lebih baik dan respon asisten pintar yang jauh lebih cepat.
Ini adalah Asus Zenbook DUO 2026. Di tahun ini, AI bukan lagi fitur pelengkap, tapi sudah menjadi mesin utama di balik produktivitas konsumen.
Pertanyaannya, apa bedanya laptop Copilot+ PC ini dengan laptop biasa, dan mengapa Asus begitu percaya diri dengan jajaran terbaru mereka?
Pasar laptop di Indonesia per Mei 2026 kini bergeser ke arah Local AI Processing. ASUS mengambil langkah agresif dengan merilis kategori Copilot+ PC yang menggunakan Series 3 Intel Core Ultra dan AMD Ryzen AI 400.

Lenny Lin, Country Manager Asus Indonesia, menyatakan bahwa tahun 2026 adalah era di mana AI menjadi bagian tak terpisahkan dari interaksi perangkat.
“Secara data, NPU pada laptop ini memiliki performa minimal 50 TOPS. Artinya, pemrosesan data cerdas dilakukan langsung di perangkat (lokal), bukan di cloud,” bebernya.
Ini memberikan keamanan data lebih baik dan respon asisten pintar yang jauh lebih cepat.
Lihat Juga :