AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi untuk Pertahanan Militer
Senin, 13 April 2026 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Pengembangan teknologi ini juga terjadi ketika dunia menghadapi ketidakpastian energi global, yang mendorong diskusi baru tentang potensi sumber energi nuklir alternatif, termasuk reaktor garam cair berbasis thorium, yang dianggap lebih aman daripada reaktor uranium konvensional.
Sebelumnya, pada tahun 2024, perusahaan Tiongkok Betavolt mengumumkan keberhasilan membangun baterai nuklir berukuran kecil menggunakan isotop radioaktif Nikel-63 yang dapat bertahan hingga 50 tahun, tetapi hanya memberikan daya rendah sekitar 100 mikrowatt, sehingga terbatas pada aplikasi tertentu.
Jika proyek Rads to Watts berhasil, diharapkan akan membuka babak baru dalam lanskap teknologi daya portabel, terutama untuk operasi pertahanan dan ruang angkasa yang membutuhkan pasokan energi jangka panjang tanpa dukungan infrastruktur konvensional.
Sebelumnya, pada tahun 2024, perusahaan Tiongkok Betavolt mengumumkan keberhasilan membangun baterai nuklir berukuran kecil menggunakan isotop radioaktif Nikel-63 yang dapat bertahan hingga 50 tahun, tetapi hanya memberikan daya rendah sekitar 100 mikrowatt, sehingga terbatas pada aplikasi tertentu.
Jika proyek Rads to Watts berhasil, diharapkan akan membuka babak baru dalam lanskap teknologi daya portabel, terutama untuk operasi pertahanan dan ruang angkasa yang membutuhkan pasokan energi jangka panjang tanpa dukungan infrastruktur konvensional.
(wbs)
Lihat Juga :