Dukung Pencegahan Stunting, Edukasi Penyuluhan Gizi Digaungkan
Kamis, 02 April 2026 - 14:21 WIB
loading...
PT Hankook Tire Indonesia kembali menghadirkan program kesehatan masyarakat yang mencakup penyuluhan gizi.Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka stunting nasional hingga 14,2% pada tahun 2029¹.
PT Hankook Tire Indonesia kembali menghadirkan program kesehatan masyarakat yang mencakup penyuluhan gizi,pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberian donasi bagi layanan kesehatan setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Hegarmukti ini, difokuskan pada edukasi bagi calon ibu serta ibu dengan anak berusia 0–3 tahun guna mendorong langkah pencegahan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai penanganan yang tepat bagi anak yang berisiko mengalami stunting.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI, 2025), setidaknya 6 dari 100 bayi di Indonesia terlahir dengan kondisi berat badan lahir rendah2, yang menjadi salah satu ciri-ciri risiko anak mengalami stunting karena indikasi berat badan di bawah rata-rata anak seusianya.
Melengkapi data tersebut, tren kesehatan Indonesia turut menunjukkan bahwa anak pada usia 0–24 bulan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kondisi stunting, dengan prevalensi tertinggi terjadi pada kelompok usia 12–23 bulan mencapai 19,9%¹.
"Melalui program ini, kami tidak hanya menghadirkan penyuluhan sebagai sarana edukasi bagi calon ibu dan para ibu, tetapi juga melakukan pemberdayaan melalui sesi demo masak yang memperkenalkan cara memasak yang tepat untuk menghasilkan menu sehat dan bernutrisi sebagai solusi praktis untuk memperbaiki permasalahan gizi anak dan keluarga," tuturJung Jinkyun, Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia.
PT Hankook Tire Indonesia kembali menghadirkan program kesehatan masyarakat yang mencakup penyuluhan gizi,pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberian donasi bagi layanan kesehatan setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Hegarmukti ini, difokuskan pada edukasi bagi calon ibu serta ibu dengan anak berusia 0–3 tahun guna mendorong langkah pencegahan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai penanganan yang tepat bagi anak yang berisiko mengalami stunting.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI, 2025), setidaknya 6 dari 100 bayi di Indonesia terlahir dengan kondisi berat badan lahir rendah2, yang menjadi salah satu ciri-ciri risiko anak mengalami stunting karena indikasi berat badan di bawah rata-rata anak seusianya.
Melengkapi data tersebut, tren kesehatan Indonesia turut menunjukkan bahwa anak pada usia 0–24 bulan memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kondisi stunting, dengan prevalensi tertinggi terjadi pada kelompok usia 12–23 bulan mencapai 19,9%¹.
"Melalui program ini, kami tidak hanya menghadirkan penyuluhan sebagai sarana edukasi bagi calon ibu dan para ibu, tetapi juga melakukan pemberdayaan melalui sesi demo masak yang memperkenalkan cara memasak yang tepat untuk menghasilkan menu sehat dan bernutrisi sebagai solusi praktis untuk memperbaiki permasalahan gizi anak dan keluarga," tuturJung Jinkyun, Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia.
Lihat Juga :