Gurita Perusahaan Teknologi dan Kontraktor Militer Panen Triliunan di Perang Iran-Amerika, Siapa Saja?

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:00 WIB
loading...
A A A
Dalam dokumen 17 Maret, DoW berdalih takut Anthropic mematikan sistem saat operasi tempur jika "garis merah" etika dilewati. Dalih ini memperlihatkan kepanikan institusi negara yang tak lagi memiliki kendali absolut atas inovasi teknologi.

Sikap teguh Anthropic ini langsung dimanfaatkan pesaingnya. Di bawah naungan sistem JADC2, DARPA, dan DTIC, Pentagon mengalihkan kontrak pengembangan AI—masing-masing senilai hingga Rp3,4 triliun (USD200 juta)—kepada OpenAI, Google, dan xAI.

Lanskap ini mempertegas betapa masifnya gurita bisnis militer AS yang kini didominasi oleh "The Big Five" (penguasa 30% anggaran pertahanan).
Tapi, siapa saja perusahaan-perusahaan itu?

Lockheed Martin masih memimpin klasemen dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp1.317,5 triliun hingga Rp1.360 triliun (USD 77,5 - USD 80 miliar) pada 2026.

Angka fantastis ini ditopang kontrak Lot 18-19 untuk 148 unit jet tempur F-35, rudal PrSM Increment 2, dan radar Sentinel A4.

Di belakangnya, RTX Corporation (Raytheon) baru saja menyegel modifikasi kontrak senilai Rp142,8 triliun (USD8,4 miliar) untuk memproduksi 1.000+ unit rudal Tomahawk dan 1.900+ unit AMRAAM per tahun, serta pengembangan energi terarah microwave dan Hypersonic Attack Cruise
Missile (HACM).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Rekomendasi
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved