Iran Mulai Cekik Tenggorokan Teknologi AS di Timur Tengah
Senin, 23 Maret 2026 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
Dan Ives, direktur riset teknologi global di Wedbush Securities, berkomentar:"'Berkepanjangan' adalah kata yang tidak ingin didengar oleh investor teknologi mana pun. Jika situasi di Iran berlarut-larut hingga Mei, kita akan menghadapi masalah besar dengan rantai pasokan mineral untuk infrastruktur AI."
Cadangan mineral dapat mengurangi sebagian dampak langsungnya. Produsen chip Korea Selatan diyakini memiliki cadangan helium yang cukup untuk bertahan selama enam bulan.
Meskipun SK Hynix dan Samsung menolak berkomentar, produsen chip Global Foundries mengatakan pihaknya berhubungan langsung dengan pemasok regional dan memiliki rencana mitigasi risiko. TSMC juga menyatakan pihaknya "memantau situasi dengan cermat."
David Oxley, seorang ekonom di Capital Economics, memperingatkan:"Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz atau kerusakan permanen pada fasilitas LNG di Qatar akan menjadi masalah yang sangat besar."
David Roche, Presiden Quantum Strategy, mengatakan bahwa bahkan jika produksi dilanjutkan besok, seluruh rantai pasokan akan membutuhkan waktu 4-6 bulan lagi untuk pulih.
"Ini adalah krisis bahan baku yang kritis dan tak tergantikan, yang berdampak di seluruh sektor teknologi,perawatan kesehatan, dan sains,"tegas Roche.
Langkah cerdik Iran menargetkan 'tenggorokan' teknologi AS di Timur Tengah. Iran telah menjadikan serangkaian perusahaan teknologi Amerika sebagai sasaran di Timur Tengah. Serangan drone dan siber telah dimulai, menyebabkan kerusakan pada Amazon dan Stryker.
Cadangan mineral dapat mengurangi sebagian dampak langsungnya. Produsen chip Korea Selatan diyakini memiliki cadangan helium yang cukup untuk bertahan selama enam bulan.
Meskipun SK Hynix dan Samsung menolak berkomentar, produsen chip Global Foundries mengatakan pihaknya berhubungan langsung dengan pemasok regional dan memiliki rencana mitigasi risiko. TSMC juga menyatakan pihaknya "memantau situasi dengan cermat."
David Oxley, seorang ekonom di Capital Economics, memperingatkan:"Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz atau kerusakan permanen pada fasilitas LNG di Qatar akan menjadi masalah yang sangat besar."
David Roche, Presiden Quantum Strategy, mengatakan bahwa bahkan jika produksi dilanjutkan besok, seluruh rantai pasokan akan membutuhkan waktu 4-6 bulan lagi untuk pulih.
"Ini adalah krisis bahan baku yang kritis dan tak tergantikan, yang berdampak di seluruh sektor teknologi,perawatan kesehatan, dan sains,"tegas Roche.
Langkah cerdik Iran menargetkan 'tenggorokan' teknologi AS di Timur Tengah. Iran telah menjadikan serangkaian perusahaan teknologi Amerika sebagai sasaran di Timur Tengah. Serangan drone dan siber telah dimulai, menyebabkan kerusakan pada Amazon dan Stryker.
(wbs)
Lihat Juga :