Teknologinya Berevolusi, Rudal Sejjil-2 Sulit Dicari Kelemahannya

Senin, 23 Maret 2026 - 09:55 WIB
loading...
A A A
Menurut CSIS, Sejjil-2 memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat peluncuran lebih dari 23 ton. Rudal ini dapat membawa hulu ledak seberat 500 hingga 700 kg, dengan perkiraan jangkauan maksimum 2.000 hingga 2.500 km, sehingga banyak target di Timur Tengah (termasuk Israel) dapat dijangkau dalam jangkauan operasionalnya.

Fitur paling menonjol dari sistem ini adalah desain bahan bakar padat dua tahapnya. Tahap pertama bertanggung jawab untuk mendorong rudal dari landasan peluncuran ke ketinggian di luar atmosfer, sementara tahap kedua terus memberikan daya dorong untuk mengirimkan hulu ledak ke targetnya dengan kecepatan tinggi.

Menurut analisis teknis, struktur dua tingkat ini mengoptimalkan kinerja penerbangan sekaligus meningkatkan kapasitas muatan tanpa mengurangi jangkauan.

Selain itu, Sejjil-2 diyakini menggunakan sistem navigasi inersia (INS), kemungkinan dikombinasikan dengan metode koreksi lintasan untuk meningkatkan akurasi.

Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa probabilitas kesalahan melingkar (CEP) bisa di bawah 100m; namun, angka-angka ini terutama didasarkan pada analisis teknis.

Perlu dicatat, kecepatan masuk kembali Sejjil-2 dapat melebihi Mach 10 (12.250 km/jam). Kecepatan ini tidak hanya mempersingkat waktu reaksi sistem pertahanan tetapi juga secara signifikan meningkatkan energi kinetik saat benturan, sehingga meningkatkan efektivitas penetrasinya terhadap target.

Namun, beberapa ahli mencatat bahwa kemampuan manuver tahap akhir Sejjil-2 belum sepenuhnya terkonfirmasi, dan banyak penilaian saat ini masih didasarkan pada analisis teoretis atau klaim dari Iran.

Dengan waktu persiapan yang singkat dan kemampuan untuk dikerahkan pada peluncur bergerak, Sejjil-2 dianalisis untuk meningkatkan kemampuan serangan balik jika terjadi serangan pendahuluan.

Dibandingkan dengan sistem lain di segmen yang samadi seluruh dunia, seperti DF-21 milik China atau Agni-II milik India, Sejjil-2 pada umumnya tetap merupakan MRBM tradisional, tidak mengintegrasikan kendaraan luncur hipersonik atau hulu ledak yang sangat lincah, tetapi cukup untuk memenuhi persyaratan pencegahan regional.

Meskipun tidak ada angka resmi yang tersedia untuk umum, menurut analisis oleh para peneliti pertahanan, Sejjil-2 dan MRBM pada umumnya memiliki biaya produksi mulai dari beberapa juta hingga puluhan juta USD per unit, tergantung pada konfigurasi hulu ledak dan sistem panduannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Rekomendasi
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
3 Turnamen Sepak Bola...
3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved