Skenario Invasi Darat AS, Ahli Geologi Sebut Kondisi Geografis Iran Jadi Benteng Alami
Rabu, 18 Maret 2026 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, banyak analis sering menyebut Iran sebagai "benteng geografis," di mana pertahanannya akan memiliki keuntungan signifikan jika perang darat pecah.
Jika AS melancarkan kampanye darat, rute yang paling memungkinkan secara geografis adalah ke arah barat melalui Irak.
Perbatasan Iran-Irak memiliki panjang sekitar 1.400 km dan mencakup beberapa daerah dengan medan yang lebih rendah, khususnya dataran Khuzestan di barat daya Iran – sebuah wilayah yang kaya akan minyak dan relatif datar dibandingkan dengan wilayah lain di negara tersebut.
Dari Irak, pasukan AS dapat maju melalui wilayah dekat Shatt al-Arab, sungai yang membentuk perbatasan alami antara kedua negara. Sungai ini mengalir ke Teluk Persia dekat kota Basra di Irak dan Semenanjung Al-Faw – dataran rawa yang berbatasan dengan Iran.
Namun, bahkan setelah melintasi perbatasan, pasukan penyerang masih akan menghadapi Pegunungan Zagros – tembok pegunungan besar yang membentang di sepanjang Iran barat.
Maju lebih jauh ke pedalaman akan membutuhkan perjalanan melalui celah-celah gunung yang sempit, membuat jalur pasokan menjadi panjang dan rentan terhadap serangan.
Para ahli militer meyakini bahwa jika wilayah Khuzestan dikuasai, pasukan penyerang dapat maju lebih jauh ke dataran tinggi Iran, tetapi hal ini membutuhkan kekuatan besar dan jangka waktu yang lama.
Opsi lainnya adalah mendarat melalui laut di pantai selatan Iran, di mana negara itu berbatasan dengan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Iran memiliki ribuan kilometer garis pantai di sepanjang Teluk Persia dan Teluk Oman, yang merupakan rumah bagi banyak fasilitas minyak dan gas serta pelabuhan penting. Namun, medan pesisir tidak kondusif untuk pendaratan amfibi skala besar.
Jika AS melancarkan kampanye darat, rute yang paling memungkinkan secara geografis adalah ke arah barat melalui Irak.
Perbatasan Iran-Irak memiliki panjang sekitar 1.400 km dan mencakup beberapa daerah dengan medan yang lebih rendah, khususnya dataran Khuzestan di barat daya Iran – sebuah wilayah yang kaya akan minyak dan relatif datar dibandingkan dengan wilayah lain di negara tersebut.
Dari Irak, pasukan AS dapat maju melalui wilayah dekat Shatt al-Arab, sungai yang membentuk perbatasan alami antara kedua negara. Sungai ini mengalir ke Teluk Persia dekat kota Basra di Irak dan Semenanjung Al-Faw – dataran rawa yang berbatasan dengan Iran.
Namun, bahkan setelah melintasi perbatasan, pasukan penyerang masih akan menghadapi Pegunungan Zagros – tembok pegunungan besar yang membentang di sepanjang Iran barat.
Maju lebih jauh ke pedalaman akan membutuhkan perjalanan melalui celah-celah gunung yang sempit, membuat jalur pasokan menjadi panjang dan rentan terhadap serangan.
Para ahli militer meyakini bahwa jika wilayah Khuzestan dikuasai, pasukan penyerang dapat maju lebih jauh ke dataran tinggi Iran, tetapi hal ini membutuhkan kekuatan besar dan jangka waktu yang lama.
Opsi lainnya adalah mendarat melalui laut di pantai selatan Iran, di mana negara itu berbatasan dengan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Iran memiliki ribuan kilometer garis pantai di sepanjang Teluk Persia dan Teluk Oman, yang merupakan rumah bagi banyak fasilitas minyak dan gas serta pelabuhan penting. Namun, medan pesisir tidak kondusif untuk pendaratan amfibi skala besar.
Lihat Juga :