Skenario Invasi Darat AS, Ahli Geologi Sebut Kondisi Geografis Iran Jadi Benteng Alami

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:21 WIB
loading...
A A A
Di banyak tempat, pegunungan terletak dekat dengan pantai, sehingga dataran pantai sangat sempit, hanya sekitar 10-15 km lebarnya, setelah itu medan langsung menanjak membentuk daerah pegunungan.

Ini berarti bahwa meskipun pasukan pendaratan berhasil merebut pantai, mereka tetap harus segera maju ke daerah pegunungan di belakangnya – di mana pasukan bertahan memiliki keunggulan topografi yang signifikan.

Jika AS hanya ingin mencapai tujuan terbatas, kampanye tersebut dapat difokuskan pada pulau-pulau atau fasilitas minyak dan gas lepas pantai.

Contoh yang sering dikutip adalah Pulau Kharg, yang memproses sekitar 90% ekspor minyak Iran dan dianggap sebagai "urat nadi energi" negara tersebut. Pemboman infrastruktur militer di pulau kaya minyak ini oleh AS baru-baru ini bisa jadi merupakan langkah pertama dalam rencana tersebut.

Mengendalikan pulau-pulau atau wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz dapat memungkinkan AS untuk melindungi jalur pelayaran minyak tanpa harus menembus jauh ke wilayah Iran.

Bahkan dalam skenario yang paling masuk akal sekalipun, kampanye darat di Iran dianggap sangat berisiko bagi Amerika Serikat oleh banyak ahli.

Iran memiliki luas lebih dari dua kali lipat Irak, populasi sekitar 90 juta jiwa, dan topografi yang kompleks.

Jika pasukan penyerang berhasil menyeberangi pegunungan dan maju jauh ke dataran tinggi tengah, mereka harus mempertahankan jalur pasokan sepanjang ratusan kilometer melalui daerah-daerah yang rawan.

Hal ini membuat banyak analis percaya bahwa opsi yang dipertimbangkan AS – jika ada – kemungkinan besar berupa serangan terbatas, penguasaan pulau-pulau strategis, atau pengamanan jalur pelayaran, daripada invasi amfibi skala penuh
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rekomendasi
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Berita Terkini
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved