AS Terjunkan USS Canberra untuk Sapu Bersih Ranjau Iran di Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:18 WIB
loading...
AS Terjunkan USS Canberra...
AS Terjunkan USS Canberra. FOTO/ PENTAGON
A A A
TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah meningkat menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap Iran, meningkatkan risiko bahwa Teheran mungkin menggunakan ranjau laut untuk memblokade Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategisdi dunia.

Selat ini, dengan lebar hanya 39 km di titik tersempitnya dan dua saluran masing-masing sekitar 3 km, merupakan titik rawan strategis yang rentan.

Menurut situs web U.S. Naval Institute, misi pembersihan ranjau Angkatan Laut AS di Timur Tengah saat ini terutama dilakukan oleh tiga kapal tempur pesisir yang ditempatkan di wilayah tersebut, dengan USS Canberra sebagai salah satu kapal yang dilengkapi dengan modul pembersihan ranjau lengkap.
.
Menurut Komando Sistem Angkatan Laut AS, USS Canberra (LCS-30), dengan perkiraan biaya konstruksi sebesar USD600–700 juta, adalah kapal tempur pesisir yang dilengkapi dengan modul pembersihan ranjau generasi berikutnya.

Program pengembangan kapal perang ini diluncurkan oleh Angkatan Laut AS pada awal tahun 2000-an, ketika operasimiliterpasca Perang Dingin menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas angkatan laut terjadi lebih dekat ke pantai daripada di laut dalam.

Area ini memiliki perairan dangkal, kepadatan kapal yang tinggi, dan banyak ancaman asimetris seperti ranjau, perahu cepat bersenjata, dan kapal selam kecil.

Menurut Institut Angkatan Laut AS, ide inti dari program LCS adalah merancang kapal menggunakan model "paket misi" yang dapat dipertukarkan tergantung pada kebutuhan operasional. Hal ini memungkinkan satu kapal untuk melakukan berbagai peran seperti peperangan anti-permukaan, peperangan anti-kapal selam, atau penyapu ranjau tanpa memerlukan perancangan ulang sistem senjatanya secara menyeluruh.

Dalam program LCS, Angkatan Laut AS mengembangkan dua desain kapal yang berbeda: kelas "Freedom" dengan desain lambung tunggal tradisional dan kelas "Independence" dengan desain lambung tiga lapis. LCS-30 adalah varian dari yang terakhir, yang dibangun oleh Austal USA di Alabama.

Nama USS Canberra dipilih untuk menghormati kapal penjelajah berat USS Canberra (CA-70) yang bertugas dalam Perang Dunia II. Kapal ini diluncurkan pada tahun 2021 dan secara resmi ditugaskan ke Angkatan Laut AS pada tahun 2023.

Menurut Naval Technology, desain yang menampilkan lambung utama di tengah dan dua lambung bantu yang tersusun simetris di kedua sisinya, secara signifikan meningkatkan stabilitas kapal pada kecepatan tinggi, sekaligus memperluas area dek dan ruang interior untuk kompartemen misi dan sistem peralatan.

Kapal perang ini memiliki panjang sekitar 127 meter, lebar 31,6 meter, dan bobot sekitar 3.100 ton. Desain ini memungkinkan kapal mencapai kecepatan maksimum lebih dari 40 knot, relatif tinggi untuk kapal perang berukuran sedang, dengan jangkauan sekitar 4.300 mil laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved