Perang Iran, Israel, dan AS Bakal Jadi Bencana untuk Industri Chip Semikonduktor

Jum'at, 13 Maret 2026 - 06:57 WIB
loading...
A A A
Menurut Phil Kornbluth, presiden Kornbluth Helium Consulting, jika Selat Hormuz ditutup untuk jangka waktu yang lama, lebih dari 25% pasokan helium global dapat hilang dari pasar.

Sementara itu, kompleks industri Ras Laffan milik Qatar Energy, yang memproduksi helium sebagai produk sampingan dari gas alam cair (LNG), diserang oleh drone Iran pekan lalu, memaksa penutupan sementara.

Kornbluth memperkirakanduniadapat menghadapi gangguan produksi helium setidaknya selama 2-3 bulan, dan 4-6 bulan lagi agar rantai pasokan kembali normal.

Selain helium, bromin merupakan bahan baku penting lainnya dalam produksi semikonduktor. Menurut data dari Survei Geologi AS, sekitar dua pertiga produksi bromin global berasal dari Israel dan Yordania.

Selain risiko rantai pasokan, kenaikan harga energi juga dapat berdampak pada permintaan chip, terutama untuk chip yang digunakan dalam infrastruktur AI.

Saat ini, banyak jenis chip yang sangat dibutuhkan – mulai dari prosesor grafis Nvidia hingga chip memori yang diproduksi oleh Samsung Electronics dan SK hynix, yang terutama digunakan di pusat data yang menjalankan model AI skala besar.

Pusat data ini mengonsumsi daya dalam jumlah besar dan sedang dibangun dengan cepat oleh perusahaan teknologi besar AS seperti Microsoft dan Amazon.

Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah Brent sempat melampaui $100 per barel, sehingga meningkatkan biaya operasional untuk pusat data yang sudah boros energi.

Menurut analis Jing Jie Yu dari Morningstar, pusat data AI mengonsumsi listrik 3-5 kali lebih banyak daripada pusat data konvensional.

Meningkatnya biaya energi dapat secara signifikan meningkatkan total biaya kepemilikan infrastruktur AI, memaksa perusahaan teknologi untuk mempertimbangkan kembali laju investasi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Kekurangan Senjata...
AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Rekomendasi
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved