Saat 350 Kg Rongsokan Disulap Jadi Monumen: Cara Unik LG Edukasi Siswa SD Jakarta Soal Bahaya Limbah
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:33 WIB
loading...
Karya seni instalasi yang terbuat dari daur ulang 350 kilogram sampah elektronik resmi diserahkan PT LG Electronics Indonesia kepada SDN 08 Ragunan. Foto: LGEIN
A
A
A
JAKARTA - Di saat warga Ibu Kota berlomba-lomba mengganti gawai, televisi, dan peralatan rumah tangga mereka dengan perangkat pintar terbaru di 2026, sekolah dasar di Jakarta Timur justru menerima "tumpukan" barang bekas. Namun, ini bukan sembarang rongsokan: tapi instalasi seni edukatif yang membawa pesan penting.
Pada Kamis (26/2/2026), PT LG Electronics Indonesia (LG) resmi menyerahkan karya seni instalasi berbahan dasar sampah elektronik (e-waste) kepada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Ragunan. Ini adalah puncak kampanye bertajuk E-Waste Recycling for A Better Planet yang telah digelar sepanjang bulan September hingga Oktober 2025.
Saat ini, siklus hidup produk teknologi makin pendek. Konsumen lebih cepat membuang perangkat lama karena tergiur fitur-fitur mutakhir.
![Saat 350 Kg Rongsokan Disulap Jadi Monumen: Cara Unik LG Edukasi Siswa SD Jakarta Soal Bahaya Limbah]()
Jika tidak diolah dengan benar, komponen elektronik yang dibuang ini akan menjadi racun berbahaya yang mencemari tanah dan air.
“Seiring perkembangan gaya hidup dengan semakin banyak penggunaan alat elektronik, perluasan kesadaran akan pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab menjadi bentuk kepedulian pada penciptaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar President of PT LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul.
Untuk mewujudkan program ini, LG sempat menaruh kotak pengumpulan sampah di enam lokasi berbeda. Hasilnya, mereka berhasil mengumpulkan 350 kilogram sampah elektronik dari masyarakat. Angka 350 kilogram ini mungkin terlihat kecil dibandingkan tonase sampah ibu kota setiap harinya, namun dampaknya menjadi sangat tajam ketika diubah menjadi medium edukasi visual untuk anak usia dini.
![Saat 350 Kg Rongsokan Disulap Jadi Monumen: Cara Unik LG Edukasi Siswa SD Jakarta Soal Bahaya Limbah]()
Dalam proses kreatifnya, LG menggandeng Liberty Society Indonesia, organisasi yang fokus pada penciptaan produk daur ulang. Ratusan kilogram rongsokan tersebut kemudian dirakit oleh seniman lokal Angelika Saraswati menjadi karya seni instalasi yang menyiratkan pesan bahaya jika sampah elektronik tidak dikelola secara bijak.
Selain SDN 08 Ragunan, LG juga mendistribusikan karya seni serupa ke SDIT Pembangunan Pamulang dan SDN 07 Kebon Baru. Publik juga bisa melihat langsung pameran instalasi ini di LG ZonaSeru, sebuah ruang interaksi inovasi milik LG yang terletak di CGV Central Park lantai 8, Jakarta.
Ha Sang-chul menambahkan, inisiatif lingkungan ini berada di bawah payung tanggung jawab sosial perusahaan bernama LG Loves Indonesia. Instalasi e-waste ini merupakan implementasi dari pilar LG Loves Green. Selain urusan lingkungan, LG juga memiliki tiga fokus lain: kegiatan kemanusiaan (LG Loves and Cares), fasilitas pendidikan (LG Loves School), dan kesejahteraan anak (LG Loves Children).
Pada Kamis (26/2/2026), PT LG Electronics Indonesia (LG) resmi menyerahkan karya seni instalasi berbahan dasar sampah elektronik (e-waste) kepada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Ragunan. Ini adalah puncak kampanye bertajuk E-Waste Recycling for A Better Planet yang telah digelar sepanjang bulan September hingga Oktober 2025.
Saat ini, siklus hidup produk teknologi makin pendek. Konsumen lebih cepat membuang perangkat lama karena tergiur fitur-fitur mutakhir.

Jika tidak diolah dengan benar, komponen elektronik yang dibuang ini akan menjadi racun berbahaya yang mencemari tanah dan air.
“Seiring perkembangan gaya hidup dengan semakin banyak penggunaan alat elektronik, perluasan kesadaran akan pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab menjadi bentuk kepedulian pada penciptaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar President of PT LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul.
Untuk mewujudkan program ini, LG sempat menaruh kotak pengumpulan sampah di enam lokasi berbeda. Hasilnya, mereka berhasil mengumpulkan 350 kilogram sampah elektronik dari masyarakat. Angka 350 kilogram ini mungkin terlihat kecil dibandingkan tonase sampah ibu kota setiap harinya, namun dampaknya menjadi sangat tajam ketika diubah menjadi medium edukasi visual untuk anak usia dini.

Dalam proses kreatifnya, LG menggandeng Liberty Society Indonesia, organisasi yang fokus pada penciptaan produk daur ulang. Ratusan kilogram rongsokan tersebut kemudian dirakit oleh seniman lokal Angelika Saraswati menjadi karya seni instalasi yang menyiratkan pesan bahaya jika sampah elektronik tidak dikelola secara bijak.
Selain SDN 08 Ragunan, LG juga mendistribusikan karya seni serupa ke SDIT Pembangunan Pamulang dan SDN 07 Kebon Baru. Publik juga bisa melihat langsung pameran instalasi ini di LG ZonaSeru, sebuah ruang interaksi inovasi milik LG yang terletak di CGV Central Park lantai 8, Jakarta.
Ha Sang-chul menambahkan, inisiatif lingkungan ini berada di bawah payung tanggung jawab sosial perusahaan bernama LG Loves Indonesia. Instalasi e-waste ini merupakan implementasi dari pilar LG Loves Green. Selain urusan lingkungan, LG juga memiliki tiga fokus lain: kegiatan kemanusiaan (LG Loves and Cares), fasilitas pendidikan (LG Loves School), dan kesejahteraan anak (LG Loves Children).
(dan)
Lihat Juga :