Chip Langka, Harga Melonjak: Pasar Smartphone Diprediksi Turun di 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:16 WIB
loading...
Chip Langka, Harga Melonjak:...
Samsung Galaxy S26 Series resmi meluncur dengan harga lebih tinggi di tengah krisis global chip memori akibat ledakan AI. Foto: SEIN
A A A
JAKARTA - Peluncuran Samsung Galaxy S26 Series menandai fase baru pasar smartphone 2026: harga naik hingga 10–15 persen akibat kelangkaan chip memori DRAM dan NAND yang tersedot industri AI data center.

Di saat industri smartphone berjuang mempertahankan volume penjualan, Samsung justru menaikkan harga Galaxy S26.

Samsung Galaxy S26 (12/256GB) Rp16.499.000, naik Rp1.500.000, atau 10 persen.

S26 (12/512GB) Rp19.499.000, mencatatkan selisih Rp2.500.000 atau naik 14,71 persen.

Galaxy S26+ (12/256GB) Rp19.499.000, naik Rp1.500.000 atau sekitar 8,33 persen.

Galaxy S26+ (12/512GB) kini dijual seharga Rp22.499.000

Galaxy S26 Ultra (12/256GB) Rp24.499.000, naik Rp1.500.000 atau 6,52 persen.

Galaxy S26 Ultra (12/512GB) Rp27.499.000, kenaikan Rp2.500.000 atau 10 persen.

S26 Ultra (16GB/1TB) Rp31.999.000, naik Rp3.000.000 atau 10,35 persen.

Kenaikan harga ini terjadi ketika pasar smartphone global diproyeksikan menyusut 2,1 persen pada 2026, menurut Counterpoint Research.

Krisis Chip Memori: Akar Masalah Kenaikan Harga

Lonjakan harga smartphone tidak berdiri sendiri. Pasar global sedang menghadapi krisis chip memori yang dipicu ekspansi besar-besaran infrastruktur AI.

Produsen memori lebih memprioritaskan komponen server AI ber-margin tinggi dibandingkan pasokan untuk smartphone, PC, dan elektronik konsumen lainnya. Akibatnya, harga memori melonjak drastis.

Menurut riset CSS Insight, harga memori di segmen smartphone telah berlipat ganda dalam dua kuartal terakhir. Counterpoint Research memperkirakan harga memori bisa naik lagi hingga 40 persen sampai kuartal II 2026.

Dampaknya langsung terasa pada biaya produksi atau bill of materials (BoM). Untuk smartphone kelas bawah, BoM naik 20–30 persen. Segmen menengah naik sekitar 15 persen, dan segmen premium naik 10 persen. Bahkan tambahan tekanan biaya 10–15 persen masih mungkin terjadi hingga pertengahan 2026.

Counterpoint merevisi naik proyeksi kenaikan average selling price (ASP) global menjadi 6,9 persen secara tahunan, dari sebelumnya 3,6 persen.

Dengan kata lain, konsumenlah yang menanggung beban boom AI.

Supercycle Memori dan Dampaknya ke Smartphone

Industri memori saat ini mengalami “supercycle”, di mana permintaan jauh melampaui pasokan. Ben Wood, Chief Analyst CSS Insight, menyebut krisis ini bukan masalah jangka pendek.

“Kami memperkirakan kelangkaan global chip memori akan berlanjut hingga 2027, terutama didorong ekspansi infrastruktur AI yang mengalihkan pasokan dari smartphone dan elektronik konsumen,” ujarnya.

Paolo Pescatore, analis TMT PP Foresight, menambahkan bahwa krisis memori bukan lagi isu rantai pasok biasa, melainkan “strategic constraint on the AI roadmap”.

Artinya, strategi AI kini dibatasi oleh ketersediaan memori.

Counterpoint memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 2,1 persen pada 2026, dengan revisi turun 2,6 poin persentase dibanding proyeksi sebelumnya. OEM China seperti Honor, Oppo, dan Vivo mengalami revisi paling besar.

Segmen harga di bawah USD200 atau sekitar Rp3,2 juta menjadi yang paling terdampak. Di segmen ini, kenaikan harga sulit diterima konsumen. Jika tidak bisa diteruskan ke harga jual, produsen terpaksa memangkas spesifikasi atau mengurangi lini produk.

Analis mencatat sejumlah OEM mulai menurunkan spesifikasi kamera, layar, modul audio, hingga konfigurasi memori demi menjaga margin.

Galaxy S26: AI Jadi Andalan

Samsung memasarkan Galaxy S26 sebagai generasi ketiga AI Phone setelah S24.

Perusahaan menonjolkan peningkatan kecepatan prosesor, fitur AI untuk pengeditan foto, pemindaian dokumen, serta fitur privacy display pada S26 Ultra yang diklaim sebagai yang pertama di dunia—mengontrol penyebaran cahaya piksel agar layar sulit dilihat dari samping.

Ben Wood menyebut ada kemajuan dalam mempermudah penggunaan AI.

“Samsung mengambil langkah positif untuk membuat fitur AI lebih mudah digunakan konsumen. Namun konsumen masih akan mempertanyakan nilai tambahnya saat ini,” ujarnya.

Pertanyaannya, apakah konsumen rela membayar tambahan Rp1,6 juta demi fitur AI yang belum tentu dianggap esensial?

Tren 2026: Harga Naik, Permintaan Turun

Pasar smartphone 2026 menghadapi paradoks: harga naik, permintaan turun.

Jika biaya memori terus meningkat dan ASP naik 6,9 persen secara global, maka era smartphone terjangkau dengan spesifikasi tinggi berpotensi berakhir.

Segmen premium relatif lebih aman karena memiliki ruang margin. Samsung dan Apple disebut paling siap menghadapi krisis karena skala dan integrasi vertikal.

Namun pemain lain yang margin-nya lebih tipis akan menghadapi tekanan berat.

Jika biaya memori tetap tinggi hingga 2027 atau bahkan awal 2028, seperti diprediksi analis, maka industri smartphone akan memasuki fase konsolidasi dan rasionalisasi produk.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah Keunggulan Fitur...
Inilah Keunggulan Fitur Anti-Mengintip Samsung di Tempat Umum
Samsung Galaxy S26 Ultra:...
Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Resmi dan Fakta yang Wajib Diketahui Sebelum Beli
Perbandingan Kamera...
Perbandingan Kamera Malam Samsung S26 Ultra vs S25 Ultra: Bedanya Jauh Banget?
Ini Alasan Pengguna...
Ini Alasan Pengguna Galaxy S25 Ultra untuk Upgrade ke S26 Ultra
Sekali Buka Case, Langsung...
Sekali Buka Case, Langsung Nyambung: Cara Samsung Mengunci Pengguna lewat Galaxy AI dan Buds4
Smartphone Mana Terbaik...
Smartphone Mana Terbaik untuk Edit Foto AI 2026? Ini Perbandingan Galaxy S26 vs S25
Rekomendasi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved