Robot Humanoid Cantik Moya Terlalu Mirip Manusia, Badannya Hangat dan bisa Jadi Perawat
Rabu, 04 Februari 2026 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Strategi ini sangat cerdas secara bisnis, karena memungkinkan penyesuaian estetika berdasarkan preferensi budaya atau kebutuhan spesifik instansi tertentu.
DroidUp memposisikan Moya bukan sekadar robot rumahan, melainkan asisten di sektor kesehatan, pendidikan, dan lingkungan komersial lainnya. Dengan target peluncuran pada akhir 2026, harga awal yang dilaporkan mencapai sekitar 1,2 juta Yen Jepang atau setara Rp133.200.000.
Harga di kisaran Rp130 jutaan untuk sebuah teknologi canggih ini tergolong sangat kompetitif jika dibandingkan dengan biaya operasional jangka panjang di sektor layanan profesional.
Namun, tantangan terbesarnya tetap pada penerimaan publik. Reaksi di media sosial China masih terbelah; antara kekaguman terhadap realisme teknologi dan rasa tidak nyaman melihat mahluk logam yang bisa tersenyum layaknya manusia.
Ke depan, kehadiran Moya akan menjadi ujian sejauh mana manusia siap berdampingan dengan kecerdasan buatan dalam bentuk fisik. Fokus DroidUp pada interaksi yang lama dan pendekatan yang mudah didekati menunjukkan bahwa masa depan robotika bukan lagi soal kecepatan pabrik, melainkan soal empati artifisial dan kenyamanan interaksi harian.
DroidUp memposisikan Moya bukan sekadar robot rumahan, melainkan asisten di sektor kesehatan, pendidikan, dan lingkungan komersial lainnya. Dengan target peluncuran pada akhir 2026, harga awal yang dilaporkan mencapai sekitar 1,2 juta Yen Jepang atau setara Rp133.200.000.
Harga di kisaran Rp130 jutaan untuk sebuah teknologi canggih ini tergolong sangat kompetitif jika dibandingkan dengan biaya operasional jangka panjang di sektor layanan profesional.
Namun, tantangan terbesarnya tetap pada penerimaan publik. Reaksi di media sosial China masih terbelah; antara kekaguman terhadap realisme teknologi dan rasa tidak nyaman melihat mahluk logam yang bisa tersenyum layaknya manusia.
Ke depan, kehadiran Moya akan menjadi ujian sejauh mana manusia siap berdampingan dengan kecerdasan buatan dalam bentuk fisik. Fokus DroidUp pada interaksi yang lama dan pendekatan yang mudah didekati menunjukkan bahwa masa depan robotika bukan lagi soal kecepatan pabrik, melainkan soal empati artifisial dan kenyamanan interaksi harian.
(dan)
Lihat Juga :