Robot Humanoid Cantik Moya Terlalu Mirip Manusia, Badannya Hangat dan bisa Jadi Perawat

Rabu, 04 Februari 2026 - 10:51 WIB
loading...
Robot Humanoid Cantik...
Moya, robot humanoid dari China ini dibanderol Rp133 juta dan diproyeksi gantikan peran perawat dan guru. Foto: ist
A A A
JEPANG - Kehadiran Moya sebagai robot kecerdasan buatan biomimetik pertama di dunia yang memiliki akurasi gerak jalan hingga 92 persen menandai babak baru dalam integrasi teknologi robotika ke dalam ruang sosial manusia.

Diluncurkan oleh perusahaan DroidUp di Shanghai, China, robot ini tidak lagi tampil dengan wujud industrial yang kaku atau karakter kartun jenaka, melainkan entitas yang secara fisik dan emosional berusaha meniru manusia secara presisi.

Dalam laporan yang dirilis melalui South China Morning Post (SCMP), Moya dideskripsikan sebagai perwujudan dari embodied artificial intelligence—sistem kecerdasan yang mampu mempersepsi, menalar, dan bertindak langsung di dunia fisik.

Secara visual, robot ini mampu melakukan kontak mata, mengangguk, hingga menampilkan ekspresi wajah mikro yang halus, fitur teknis yang menempatkannya sebagai salah satu robot paling menyerupai manusia saat ini.

Robot Humanoid Cantik Moya Terlalu Mirip Manusia, Badannya Hangat dan bisa Jadi Perawat

Moya menabrak batasan bagaimana robot bisa sangat realistis dan mirip dengan manusia. Foto: ist

Spesifikasi fisik Moya menunjukkan upaya serius DroidUp untuk melintasi "Uncanny Valley" atau lembah ganjil, yakni zona ketidaknyamanan manusia saat melihat mahluk artifisial yang terlalu mirip namun belum sempurna.

Moya memiliki tinggi badan 1,65 meter dengan berat yang sangat ringan untuk ukurannya, yakni hanya 32 kilogram.

Menariknya, robot ini dirancang memiliki suhu tubuh antara 32 hingga 36 derajat Celsius.

Secara logika pasar, fitur suhu tubuh ini bukan sekadar gimik, melainkan kebutuhan fungsional untuk menciptakan rasa aman dan kehangatan saat terjadi kontak fisik dalam interaksi sosial, seperti di sektor pelayanan atau kesehatan.

Akurasi postur berjalan yang menyentuh 92 persen menunjukkan fokus perusahaan pada stabilitas dan lokomosi alami, aspek krusial agar robot dapat bergerak di lingkungan manusia tanpa terlihat mengancam.

Meski detail teknis platformnya masih terbatas—beberapa sumber menyebut penggunaan sasis "Walker 3"—Moya mengusung desain modular.

Hal ini memungkinkan penampilan luar robot dapat disesuaikan tanpa mengubah struktur mekanis dasarnya.

Strategi ini sangat cerdas secara bisnis, karena memungkinkan penyesuaian estetika berdasarkan preferensi budaya atau kebutuhan spesifik instansi tertentu.

DroidUp memposisikan Moya bukan sekadar robot rumahan, melainkan asisten di sektor kesehatan, pendidikan, dan lingkungan komersial lainnya. Dengan target peluncuran pada akhir 2026, harga awal yang dilaporkan mencapai sekitar 1,2 juta Yen Jepang atau setara Rp133.200.000.

Harga di kisaran Rp130 jutaan untuk sebuah teknologi canggih ini tergolong sangat kompetitif jika dibandingkan dengan biaya operasional jangka panjang di sektor layanan profesional.

Namun, tantangan terbesarnya tetap pada penerimaan publik. Reaksi di media sosial China masih terbelah; antara kekaguman terhadap realisme teknologi dan rasa tidak nyaman melihat mahluk logam yang bisa tersenyum layaknya manusia.

Ke depan, kehadiran Moya akan menjadi ujian sejauh mana manusia siap berdampingan dengan kecerdasan buatan dalam bentuk fisik. Fokus DroidUp pada interaksi yang lama dan pendekatan yang mudah didekati menunjukkan bahwa masa depan robotika bukan lagi soal kecepatan pabrik, melainkan soal empati artifisial dan kenyamanan interaksi harian.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
BYD Umumkan Akan Jualan...
BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved