Rekor 100%! Seluruh Perusahaan Indonesia Kompak Pakai AI demi Keamanan Siber

Rabu, 04 Februari 2026 - 09:23 WIB
loading...
Rekor 100%! Seluruh...
Kebutuhan akan AI saat ini menjadi sangat penting dan wajib bagi seluruh perusahaan. Foto: Sindonews/ChatGPT
A A A
JAKARTA - Seluruh perusahaan di Indonesia kini berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam pusat operasi keamanan mereka sebagai upaya mutlak untuk mempercepat deteksi ancaman dan merespons serangan siber yang kian kompleks.

Langkah ini menempatkan Indonesia di posisi terdepan secara global dalam hal ambisi adopsi teknologi cerdas untuk memperkuat ketahanan digital nasional.

Berdasarkan studi global terbaru dari Kaspersky, sentimen terhadap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di wilayah Asia Pasifik mencapai angka yang sangat signifikan.

Sebanyak 99 persen responden di kawasan ini menyatakan rencana adopsi AI, namun Indonesia mencatatkan angka mutlak 100 persen.

Dari total tersebut, sekitar 32 persen perusahaan menyatakan kepastian untuk mengimplementasikannya, sementara 67 persen lainnya menyebut kemungkinan besar akan melakukan hal serupa dalam waktu dekat.

Pusat Operasi Keamanan (Security Operation Centre/SOC) kini tidak lagi dipandang sebagai unit biaya, melainkan benteng pertahanan utama.

Logika pasar menunjukkan bahwa ketergantungan pada tenaga manusia saja sudah tidak memadai untuk menyaring jutaan log data harian.

Perusahaan di Asia Pasifik mengharapkan AI mampu melakukan analisis data otomatis untuk mengidentifikasi anomali (60 persen) serta memfasilitasi otomatisasi respons terhadap insiden (55 persen).

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menilai pendekatan perusahaan di kawasan ini sangat pragmatis.

"Prioritas ini mencerminkan fokus wilayah ini pada peningkatan efektivitas deteksi, pengurangan kelelahan peringatan (alert fatigue), dan membebaskan tim keamanan dari tugas rutin," ungkapnya.

Efisiensi ini krusial karena motivasi utama 47 persen perusahaan adalah untuk mengotomatiskan tugas rutin, sementara 45 persen lainnya mengejar akurasi demi menekan angka positif palsu.

Hambatan Eksekusi: Kesenjangan Data dan Talenta

Namun, di balik ambisi besar tersebut, terdapat jurang implementasi yang tajam. Tantangan mendasar yang dihadapi adalah kualitas data pelatihan.

Sebanyak 44 persen organisasi di Asia Pasifik mengaku kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi yang menjadi "bahan bakar" akurasi model AI. Tanpa data yang bersih, sistem AI justru berisiko memberikan analisis yang bias atau tidak relevan.

Selain itu, kendala sumber daya manusia menjadi isu kronis. Sebanyak 37 persen perusahaan melaporkan kekurangan ahli AI internal yang kompeten.

Hambatan lainnya mencakup munculnya kerentanan baru akibat penggunaan AI itu sendiri (34 persen), kesulitan integrasi alat (34 persen), hingga biaya pengembangan dan pemeliharaan yang membengkak (33 persen).

Jika dikonversi ke nilai investasi, biaya ini bisa mencapai miliaran rupiah bagi perusahaan skala besar.

Anton Ivanov, Chief Technology Officer di Kaspersky, menggarisbawahi tantangan transisi ini.

"Mengingat kekurangan talenta keamanan siber dan kelangkaan talenta AI, memperkenalkan kemampuan AI internal di SOC tetap menjadi tujuan yang didambakan tetapi sulit dicapai," jelasnya.

Hal inilah yang mendorong perusahaan keamanan global untuk menyisipkan fitur AI langsung ke dalam produk mereka agar bisa digunakan secara instan oleh perusahaan.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, perusahaan disarankan mengambil langkah terstruktur, seperti menggunakan layanan konsultasi SOC atau memanfaatkan solusi yang sudah diperkuat AI seperti sistem SIEM dan XDR.

Penggunaan intelijen ancaman (Threat Intelligence) yang didukung pencarian sumber terbuka berbasis AI juga menjadi kunci untuk mengungkap ancaman baru dengan presisi lebih tinggi.

Pada akhirnya, adopsi 100 persen AI di Indonesia bukan sekadar tren teknologi, melainkan strategi bertahan hidup di era digital.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Rekomendasi
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Market Value Ian Maatsen...
Market Value Ian Maatsen Kalahkan Seluruh Skuad Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved