Riset AS: Berinteraksi dengan Chatbot Setiap Hari Bisa Depresi
Jum'at, 23 Januari 2026 - 06:47 WIB
loading...
Berinteraksi dengan Chatbot Setiap Hari Bisa Depresi. FOTO/ THE VERGE
A
A
A
NEW YORK - Warga Amerika yang berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI) setiap hari menghadapi tingkat depresi yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang jarang menggunakan aplikasi tersebut.
Seperti dilansir dari Anadolu Agency, Penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi, menurut sebuah studi yang melibatkan 20.847 orang dewasa AS.
Individu yang berinteraksi dengan AI setiap hari dapat mengalami peningkatan depresi hingga 30 persen dibandingkan dengan pengguna yang jarang menggunakan teknologi tersebut.
Studi ini menunjukkan bahwa pengguna yang lebih muda lebih rentan terhadap efek kesehatan mental, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak sebenarnya dari AI terhadap depresi.
"Tingkat penggunaan AI yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi yang moderat," tulis para peneliti di JAMA Network Open, mencatat bahwa ada kemungkinan setidaknya peningkatan 30 persen dalam depresi ringan di antara pengguna harian.
Sebuah survei terhadap 20.847 orang dewasa AS yang dilakukan antara April dan Mei 2025 menemukan bahwa 10,3 persen melaporkan menggunakan AI generatif setiap hari, termasuk 5,3 persen yang menggunakan chatbot beberapa kali sepanjang hari.
Menurut studi tersebut, pengguna muda tampaknya sangat rentan terhadap dampak kesehatan mental, meskipun tidak jelas apakah AI menyebabkan depresi atau apakah individu yang depresi hanya mencari lebih banyak interaksi digital.
Para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah temuan tersebut memiliki efek kausal dan untuk menemukan penjelasan mengapa ada efek yang berbeda di berbagai kelompok usia.
Seperti dilansir dari Anadolu Agency, Penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi, menurut sebuah studi yang melibatkan 20.847 orang dewasa AS.
Individu yang berinteraksi dengan AI setiap hari dapat mengalami peningkatan depresi hingga 30 persen dibandingkan dengan pengguna yang jarang menggunakan teknologi tersebut.
Studi ini menunjukkan bahwa pengguna yang lebih muda lebih rentan terhadap efek kesehatan mental, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak sebenarnya dari AI terhadap depresi.
"Tingkat penggunaan AI yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi yang moderat," tulis para peneliti di JAMA Network Open, mencatat bahwa ada kemungkinan setidaknya peningkatan 30 persen dalam depresi ringan di antara pengguna harian.
Sebuah survei terhadap 20.847 orang dewasa AS yang dilakukan antara April dan Mei 2025 menemukan bahwa 10,3 persen melaporkan menggunakan AI generatif setiap hari, termasuk 5,3 persen yang menggunakan chatbot beberapa kali sepanjang hari.
Menurut studi tersebut, pengguna muda tampaknya sangat rentan terhadap dampak kesehatan mental, meskipun tidak jelas apakah AI menyebabkan depresi atau apakah individu yang depresi hanya mencari lebih banyak interaksi digital.
Para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah temuan tersebut memiliki efek kausal dan untuk menemukan penjelasan mengapa ada efek yang berbeda di berbagai kelompok usia.
(wbs)
Lihat Juga :