SDM Jadi Kunci Penerapan Energi Terbarukan di Indonesia
Selasa, 13 Januari 2026 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
“Transisi energi bukan semata soal teknologi, tetapi tentang kesiapan SDM. Manusia adalah aktor utama dari perubahan itu sendiri,” ujarnya.
Dari sisi eksternal, Filda memperkirakan geopolitik global masih akan menjadi tantangan terberat pada 2026. Konflik di Iran, misalnya, berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap sektor energi Indonesia, terutama terkait pasokan dan harga energi global.
Sementara itu, gejolak di Venezuela dinilai tidak terlalu berpengaruh karena cadangan minyak negara tersebut hanya sekitar 1 persen dari total cadangan minyak dunia.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China juga tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Namun, Indonesia dinilai telah memiliki pengalaman dalam menghadapi dinamika tersebut. Pada 2025, Indonesia sempat terdampak kenaikan tarif impor sebelum akhirnya berhasil melakukan negosiasi.
Pengalaman tersebut, menurut Filda, menunjukkan pentingnya diplomasi ekonomi dalam menjaga stabilitas sektor energi nasional.
Di tengah berbagai tantangan global, Filda tetap menyampaikan optimisme terhadap kondisi ketahanan energi Indonesia. Saat ini, indeks ketahanan energi nasional berada di angka 7 atau kategori tahan, meningkat dari 6,7 dua tahun lalu.
Dari sisi eksternal, Filda memperkirakan geopolitik global masih akan menjadi tantangan terberat pada 2026. Konflik di Iran, misalnya, berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap sektor energi Indonesia, terutama terkait pasokan dan harga energi global.
Sementara itu, gejolak di Venezuela dinilai tidak terlalu berpengaruh karena cadangan minyak negara tersebut hanya sekitar 1 persen dari total cadangan minyak dunia.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China juga tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Namun, Indonesia dinilai telah memiliki pengalaman dalam menghadapi dinamika tersebut. Pada 2025, Indonesia sempat terdampak kenaikan tarif impor sebelum akhirnya berhasil melakukan negosiasi.
Pengalaman tersebut, menurut Filda, menunjukkan pentingnya diplomasi ekonomi dalam menjaga stabilitas sektor energi nasional.
Di tengah berbagai tantangan global, Filda tetap menyampaikan optimisme terhadap kondisi ketahanan energi Indonesia. Saat ini, indeks ketahanan energi nasional berada di angka 7 atau kategori tahan, meningkat dari 6,7 dua tahun lalu.
(wbs)
Lihat Juga :