Sebelum Ditangkap AS, Maduro Pamer Huawei Mate X6: Klaim Tak Bisa Diretas

Rabu, 07 Januari 2026 - 18:12 WIB
loading...
Sebelum Ditangkap AS,...
Pada September 2025, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dengan penuh percaya diri mengangkat ponsel lipat Huawei Mate X6, hadiah eksklusif dari Presiden China Xi Jinping. Foto: ist
A A A
VENEZUELA - Sebelum ditangkap pasukan Amerika Serikat, Presiden Venezuela Nicolas Maduro pernah memamerkan sebuah ponsel lipat Huawei Mate X6—hadiah dari Presiden China Xi Jinping—dan dengan yakin mengklaim perangkat itu tak mungkin diretas intelijen Amerika.

Klaim itu kini menjadi ironi geopolitik di tengah bukti bahwa perang modern tidak bertumpu pada satu gawai.

Ponsel, Sesumbar, dan Simbol Kedaulatan Teknologi

Pada 1 September 2025, di hadapan media internasional, Maduro mengangkat sebuah ponsel lipat Huawei—Mate X6—dan menyebutnya “yang terbaik di dunia”.

“Orang Amerika tidak bisa meretasnya, baik pesawat mata-mata mereka maupun satelit mereka,” ucapnya.

Bagi Maduro, gawai itu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol kedaulatan teknologi di tengah sanksi dan tekanan Washington.

Pernyataan itu bergema luas karena datang pada saat persaingan teknologi Amerika Serikat–China berada pada titik panas.

Sejak 2020, Huawei menghadapi pembatasan keras dari AS—mulai dari larangan akses chip semikonduktor canggih hingga terputusnya ekosistem Google.

Huawei merespons dengan mempercepat pengembangan teknologi domestik: sistem operasi HarmonyOS dan prosesor Kirin buatan sendiri. Teorinya, langkah ini memang mengurangi ketergantungan pada perangkat lunak dan perangkat keras yang dikendalikan AS.

Namun, klaim “tak bisa diretas” berada di wilayah retorika, bukan sains keamanan siber.

Apa yang Ada di Balik Mate X6?
Sebelum Ditangkap AS, Maduro Pamer Huawei Mate X6: Klaim Tak Bisa Diretas

Huawei Mate X6 adalah ponsel layar lipat kelas premium yang diperkenalkan pada 2024. Ia mengandalkan HarmonyOS—sistem operasi hasil “perceraian” paksa dari Android—dan integrasi erat antara perangkat keras dan perangkat lunak. Keunggulan ini kerap diposisikan Huawei sebagai fondasi keamanan yang lebih tertutup.

Masalahnya, tak ada ponsel modern yang benar-benar kebal. Vektor serangan pada smartphone berlapis: dari baseband (komunikasi seluler), aplikasi, hingga intersepsi jaringan.

Dalam satu bulan saja pada 2025, Huawei menambal 60 celah keamanan di HarmonyOS; 14 di antaranya dikategorikan kritis. Huawei juga mengakui potensi penyusupan malware dan menyediakan laman khusus untuk membantu pengguna yang perangkatnya dicurigai telah diretas. Artinya, keamanan adalah proses berkelanjutan—bukan klaim final.

Jejak Panjang Intelijen dan Keraguan Global

Dokumen yang dibocorkan Edward Snowden pada 2014 mengungkap National Security Agency pernah menyusupi server Huawei di China dan menanam backdoor untuk memata-matai komunikasi eksekutif serta memetakan produk.

Fakta ini menunjukkan dua hal sekaligus: intensitas perang intelijen dan ketiadaan perangkat yang sepenuhnya aman dari aktor negara.

Di Eropa, sejumlah negara—termasuk Jerman—menerapkan pembatasan parsial atau total atas perangkat telekomunikasi Huawei di infrastruktur kritis.

Ketika Operasi Militer Menjadi Penentu

Di awal Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi gabungan lintas lembaga untuk menangkap Maduro.

Laporan menyebut operasi melibatkan lebih dari 150 pesawat, unit elite seperti Delta Force, 160th SOAR (Night Stalkers), serta dukungan siber dan intelijen.

Di titik ini, satu ponsel—seaman apa pun—tidak relevan menghadapi kombinasi HUMINT (sumber manusia), SIGINT, ISR, dan perencanaan militer presisi.

Central Intelligence Agency disebut telah memantau “pola hidup” Maduro sejak Agustus 2025, menempatkan aset dekat lingkar dalamnya, dan memadukan informasi real time untuk menentukan waktu penindakan.

Prosedur Sensitive Site Exploitation (SSE) lazim dilakukan: barang pribadi dan perangkat komunikasi dikumpulkan untuk analisis intelijen.

Klaim “tak bisa diretas” pun runtuh oleh kenyataan bahwa perang modern menargetkan manusia, jaringan, dan ruang fisik—bukan hanya enkripsi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
HUAWEI WATCH FIT 5 Series...
HUAWEI WATCH FIT 5 Series Bawa Diabetes Risk Study dan Ultra Sports Tracking
1 dari 9 Orang Indonesia...
1 dari 9 Orang Indonesia Kena Diabetes, Huawei Bawa Solusi di Pergelangan Tangan
HUAWEI Mate 80 Pro Resmi...
HUAWEI Mate 80 Pro Resmi Masuk Indonesia, Tampil Lebih Unggul dengan Kamera dan Durabilitas Ekstra
Telinga Makin Mahal:...
Telinga Makin Mahal: Membedah Janji Anti-Bising TWS Baru Huawei Seharga Rp2,9 Juta
Dianggap Berbahaya,...
Dianggap Berbahaya, Huawei Dilarang Digunakan di Eropa
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Rekomendasi
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved