China Bikin Mesin Waktu Rp4,5 Triliun di Bawah Tanah, Bisa Lihat Masa Depan dalam Hitungan Hari!

Sabtu, 03 Januari 2026 - 12:50 WIB
loading...
China Bikin Mesin Waktu...
Fasilitas CHIEF1900 di Universitas Zhejiang menjadi mesin sentrifungal terkuat di dunia, mampu mensimulasikan tekanan gravitasi ekstrem untuk memprediksi fenomena geologis dan struktur bangunan ratusan tahun ke depan dalam hitungan hari. Foto: ist
A A A
CHINA - Di kedalaman 15 meter di bawah permukaan tanah Universitas Zhejiang, China kembali mengukir sejarah sains. Tepat di pengujung 2025, negara itu resmi mengoperasikan CHIEF1900, mesin sentrifungal berkapasitas multi-ton yang diklaim mampu memampatkan ruang dan waktu dari hitungan abad menjadi hanya beberapa hari.

Pencapaian ini bukan sekadar pemecahan rekor, melainkan lompatan kuantum dalam riset hipergravitasi.

CHIEF1900, yang dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group, hadir melampaui pendahulunya, CHIEF1300, yang baru saja beroperasi pada September lalu.

Dengan kapasitas simulasi mencapai 1.900 g-ton, mesin ini menahbiskan diri sebagai sentrifungal paling bertenaga di muka bumi, meninggalkan fasilitas riset milik Angkatan Darat Amerika Serikat di Vicksburg, Mississippi, yang "hanya" memiliki kapasitas 1.200 g-ton.

Melipat Abad Menjadi Hari: Logika di Balik Angka
China Bikin Mesin Waktu Rp4,5 Triliun di Bawah Tanah, Bisa Lihat Masa Depan dalam Hitungan Hari!

Mengapa ilmuwan perlu memutar beban seberat itu dengan kecepatan ekstrem? Jawabannya terletak pada simulasi realitas.

Mesin hipergravitasi memungkinkan peneliti mereplikasi kondisi dunia nyata dalam skala laboratorium yang jauh lebih kecil dan rentang waktu yang jauh lebih singkat.

Sebagai analogi sederhana, pengering putar pada mesin cuci rumahan hanya menghasilkan gaya sekitar 2 g-ton.

Bandingkan dengan CHIEF1900 yang menghasilkan 1.900 g-ton. Gaya ribuan kali lipat gravitasi bumi ini menciptakan efek kompresi waktu dan jarak.

Misalnya, model dinding bendungan setinggi 3 meter yang diputar pada kekuatan 100g akan mengalami tekanan fisik yang setara dengan bendungan asli setinggi 300 meter (984 kaki) di dunia nyata. Hal ini terjadi karena gaya sentrifugal yang ekstrem "menipu" material model untuk berperilaku layaknya struktur raksasa.

Implikasinya luar biasa bagi sains. Peneliti kini dapat memprediksi bagaimana polutan meresap ke dalam tanah selama ribuan tahun, atau bagaimana rel kereta cepat beresonansi dengan tanah dalam jangka panjang, hanya dalam hitungan hari di laboratorium. Skenario-skenario yang sebelumnya mustahil dipelajari secara real-time kini terbentang jelas di depan mata.

Ambisi Rp4,5 Triliun di Bawah Tanah
China Bikin Mesin Waktu Rp4,5 Triliun di Bawah Tanah, Bisa Lihat Masa Depan dalam Hitungan Hari!

Fasilitas Eksperimen Hipergravitasi dan Interdisipliner Sentrifugal (CHIEF) ini bukan proyek murah. Anggaran totalnya mencapai 2 miliar Yuan atau Rp4,56 triliun. Laboratorium ini sengaja ditanam sedalam 50 kaki di bawah tanah untuk meminimalisasi getaran ekstrem selama operasi, menjaga presisi data yang dihasilkan.

Proyek ini menuntut kolaborasi multidisiplin tingkat tinggi, melibatkan pakar ilmu lingkungan, teknik sipil, otomasi, hingga rekayasa material. Salah satu tantangan teknis terbesar adalah panas. Putaran berkecepatan tinggi menghasilkan energi panas yang masif.

Untuk mengatasinya, tim peneliti mengembangkan sistem kontrol suhu berbasis vakum (vacuum-based temperature control system). Sistem ini menggunakan campuran cairan pendingin dan ventilasi udara khusus untuk membuang panas secara efisien, memastikan mesin tidak meleleh saat memutar beban berat.

Kehadiran CHIEF1900 semakin mempertegas dominasi China dalam infrastruktur riset sains global. Sebelumnya, CHIEF1300 sempat memegang rekor dunia selama tiga bulan sebelum digeser oleh kakaknya sendiri.

Fasilitas di Zhejiang ini tidak eksklusif; menurut laporan South China Morning Post (SCMP), China membuka pintu bagi peneliti dari seluruh dunia untuk memanfaatkan "mesin waktu" ini guna memecahkan masalah-masalah kompleks peradaban.

Dengan kemampuan memampatkan waktu dari abad ke hari dan ruang dari kilometer ke meter, CHIEF1900 bukan sekadar alat uji, melainkan jendela untuk mengintip masa depan infrastruktur dan lingkungan bumi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Berusia 5.000...
Misteri Berusia 5.000 Tahun, Mengapa Jam Memiliki 60 Menit?
Anomali Gravitasi Berdampak...
Anomali Gravitasi Berdampak pada Bumi dengan Iklim yang Tak Biasa
Sehari di Langit, Seribu...
Sehari di Langit, Seribu Tahun di Bumi Ternyata Bukan Mitos Belaka
Sehari di Uranus Diklaim...
Sehari di Uranus Diklaim Melebihi Waktu 24 Jam di Bumi
Google Earth Siap Bawa...
Google Earth Siap Bawa Anda Kembali ke 80 Tahun Lalu
Meta Luncurkan Fitur...
Meta Luncurkan Fitur Pengatur Waktu untuk Instagram dan Facebook, Cegah Online Sampai Larut Malam
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Rekomendasi
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Berita Terkini
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved