Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Selasa, 30 Desember 2025 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, menekankan bahwa ancaman siber di masa depan diproyeksikan akan semakin kompleks, terorganisasi, dan secara aktif memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
“Kecerdasan buatan tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku ancaman untuk meningkatkan skala dan kecanggihan dari serangan,” ujar Patrick.
Dalam konteks ini, penguatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci pertahanan yang paling fundamental. Teknologi tercanggih sekalipun akan lumpuh tanpa operator yang kompeten.
Oleh karena itu, program pelatihan ini dirancang dengan kurikulum yang mengacu pada standar internasional, tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kesiapan operasional dan ketahanan jangka panjang.
Bagi CYBR, kontrak ini memiliki implikasi bisnis yang signifikan. Dari sisi finansial, kontrak senilai Rp960 miliar ini berpotensi memberikan kontribusi substansial terhadap pendapatan perseroan, khususnya dari lini bisnis pelatihan (academy). Realisasinya akan bergantung pada jadwal dan ruang lingkup layanan yang disepakati.
Lebih dari itu, kerja sama ini memperkuat posisi CYBR di pasar keamanan siber Indonesia. Manajemen menilai kontrak ini akan memperkaya portofolio layanan edukasi dan pengembangan talenta di bawah payung ITSEC Cyber & AI Academy.
“Kecerdasan buatan tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku ancaman untuk meningkatkan skala dan kecanggihan dari serangan,” ujar Patrick.
Dalam konteks ini, penguatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci pertahanan yang paling fundamental. Teknologi tercanggih sekalipun akan lumpuh tanpa operator yang kompeten.
Oleh karena itu, program pelatihan ini dirancang dengan kurikulum yang mengacu pada standar internasional, tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kesiapan operasional dan ketahanan jangka panjang.
Bagi CYBR, kontrak ini memiliki implikasi bisnis yang signifikan. Dari sisi finansial, kontrak senilai Rp960 miliar ini berpotensi memberikan kontribusi substansial terhadap pendapatan perseroan, khususnya dari lini bisnis pelatihan (academy). Realisasinya akan bergantung pada jadwal dan ruang lingkup layanan yang disepakati.
Lebih dari itu, kerja sama ini memperkuat posisi CYBR di pasar keamanan siber Indonesia. Manajemen menilai kontrak ini akan memperkaya portofolio layanan edukasi dan pengembangan talenta di bawah payung ITSEC Cyber & AI Academy.
Lihat Juga :