Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Selasa, 30 Desember 2025 - 11:33 WIB
loading...
Kerja sama strategis senilai Rp960 miliar antara anak usaha CYBR dan RTN untuk Kementerian Pertahanan RI ini menjadi tonggak penting penguatan pertahanan siber nasional melalui pelatihan SDM. Foto: Nano Banana
A
A
A
JAKARTA - Pertahanan siber nasional mendapat suntikan energi baru. PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), emiten yang fokus pada solusi keamanan siber, melalui anak usahanya, PT ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy), mengumumkan telah mengamankan kontrak kerja sama bernilai fantastis untuk program pelatihan Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
Nilai kontrak tersebut mencapai USD60 juta atau setara Rp960 miliar, angka yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga strategis secara substansi.
Kontrak ini ditandatangani pada 24 Desember 2025 dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), penyedia layanan yang menjadi mitra Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dalam skema ini, Kementerian Pertahanan bertindak sebagai pengguna akhir (end-user), sementara ITSEC Cyber & AI Academy, yang 99 persen sahamnya dimiliki oleh CYBR, berperan sebagai pelaksana pelatihan.
Kerja sama ini akan berlangsung selama empat tahun sejak kontrak ditandatangani.
Nilai kontrak tersebut mencapai USD60 juta atau setara Rp960 miliar, angka yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga strategis secara substansi.
Kontrak ini ditandatangani pada 24 Desember 2025 dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), penyedia layanan yang menjadi mitra Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dalam skema ini, Kementerian Pertahanan bertindak sebagai pengguna akhir (end-user), sementara ITSEC Cyber & AI Academy, yang 99 persen sahamnya dimiliki oleh CYBR, berperan sebagai pelaksana pelatihan.
Kerja sama ini akan berlangsung selama empat tahun sejak kontrak ditandatangani.
Respons Terhadap Eskalasi Ancaman Siber
Langkah ini merupakan respons strategis terhadap dinamika global di mana serangan siber telah bertransformasi menjadi ancaman keamanan nasional yang serius.Lihat Juga :