Punya 100 Anak Belum Cukup, Miliarder China Xu Bo Incar Bibit Unggul Amerika untuk Teruskan Imperium Bisnisnya

Jum'at, 26 Desember 2025 - 14:08 WIB
loading...
A A A
Namun, Duoyi Network segera membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menuduh publikasi tersebut "sengaja mengaburkan fakta dan memalsukan informasi palsu".

Menurut klarifikasi perusahaan, hanya 12 dari dugaan 100 lebih anak tersebut yang lahir di Amerika Serikat. Meski demikian, angka 12 anak yang lahir melalui proses surogasi lintas benua tetaplah sebuah angka yang tidak lazim bagi keluarga konvensional.

Tren Miliarder "Penyebar Benih"

Xu Bo bukanlah satu-satunya oligarki teknologi yang memandang genetika sebagai perpanjangan dari ekspansi bisnis. Ia berada dalam gelombang baru pria ultra-kaya yang berupaya mencetak puluhan keturunan untuk menggembalakan perusahaan dan memperluas warisan mereka.

Fenomena serupa terlihat pada Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan instan Telegram. Pengusaha dengan kekayaan bersih USD14,2 miliar atau Rp227,2 triliun ini, secara resmi memiliki enam anak dari tiga pasangan berbeda.

Namun, jejak biologisnya jauh lebih luas. Durov mengaku telah mendonorkan spermanya ke klinik selama 15 tahun terakhir, yang menurut klaim klinik tersebut, telah menghasilkan lebih dari 100 kehamilan.

Baik Xu Bo maupun Pavel Durov merepresentasikan wajah baru kapitalisme ekstrem, di mana akumulasi modal tidak lagi cukup. Bagi mereka, keberhasilan sejati diukur dari seberapa banyak DNA mereka yang berhasil diwariskan untuk mengelola kekayaan yang telah mereka kumpulkan, menjadikan anak-anak bukan sekadar buah hati, melainkan aset masa depan yang harus diproduksi dengan standar "kualitas tinggi".
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspor Lapak Gaming...
Ekspor Lapak Gaming Lokal ke Panggung Global, Itemku Siap Adu Harga Voucher dengan Raksasa Asing
Saat Genggaman Terasa...
Saat Genggaman Terasa Membara: Membedah Ancaman Demam pada Ponsel Anda
8 Tips Melakukan Top...
8 Tips Melakukan Top Up Free Fire dengan Hemat
ASUS ROG Luncurkan Laptop...
ASUS ROG Luncurkan Laptop Gaming GeForce RTX 50 Series Pertama di Indonesia
Teknologi Perangkat...
Teknologi Perangkat Audio Game hingga 100 Preset Diperkenalkan
Laptop Gaming Lokal...
Laptop Gaming Lokal Ini Dibanderol Rp30 Juta, Sudah Sertifikasi NVIDIA Studio
Industri Gaming Tumbuh...
Industri Gaming Tumbuh Pesat, Topup.id Tawarkan Transaksi Cepat dan Aman
Refa Ardhi: Konten Kreator...
Refa Ardhi: Konten Kreator Gaming yang Selalu Update dengan Tips Menarik
Refa Ardhi Hadiri YouTube...
Refa Ardhi Hadiri YouTube Year-End Creation 2024: Kolaborasi Content Creator Indonesia
Rekomendasi
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Infografis
Amerika Serikat Akhirnya...
Amerika Serikat Akhirnya Punya Duta Besar untuk UEA
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved