Punya 100 Anak Belum Cukup, Miliarder China Xu Bo Incar Bibit Unggul Amerika untuk Teruskan Imperium Bisnisnya
Jum'at, 26 Desember 2025 - 14:08 WIB
loading...
Demi melanggengkan kekuasaan bisnisnya, miliarder gim asal China, Xu Bo, berambisi memiliki 50 putra berkualitas tinggi yang lahir di Amerika Serikat melalui ibu pengganti. Foto: ist
A
A
A
GUANGZHOU - Ambisi membangun dinasti biasanya berhenti pada satu atau dua pewaris utama. Tapi, bagi Xu Bo, angka itu terlalu kerdil untuk menampung egonya.
Taipan gim asal China ini tidak sedang membangun kesebelasan sepak bola, melainkan sebuah legiun darah dagingnya sendiri yang dipersiapkan secara metodis untuk menguasai dunia korporasi.
Xu Bo memiliki ambisi mencengangkan: mencetak puluhan putra "berkualitas tinggi" di tanah Amerika Serikat demi melanggengkan kekuasaan bisnisnya hingga lintas generasi.
Xu Bo sendiri merupakan pendiri dan pimpinan Guangzhou Duoyi Network—salah satu raksasa gim seluler terbesar di China. Ia kini menjadi sorotan global bukan karena inovasi teknologinya, melainkan karena obsesi biologisnya.
Pria berusia 48 tahun ini dilaporkan tengah menjalankan misi ambisius untuk memiliki "50 putra berkualitas tinggi" di Amerika Serikat yang kelak akan mewarisi takhta bisnisnya yang bernilai miliaran dolar.
Mengapa Harus Amerika?
Kekayaan Xu Bo yang ditaksir mencapai USD1,1 miliar atau setara Rp 17,6 triliun tampaknya tidak ingin ia wariskan kepada anak yang lahir di tanah kelahirannya sendiri.
Investigasi Wall Street Journal menyingkap tabir sejarah ibu pengganti (surrogacy) yang dilakukan Xu di Negeri Paman Sam.
Laporan tersebut menemukan bahwa sang miliarder tengah mengupayakan hak asuh atas setidaknya empat anak yang belum lahir, dan sebelumnya telah, serta sedang aktif menjadi ayah dari setidaknya delapan anak hasil ibu pengganti lainnya.
Obsesi ini bukan tanpa alasan. Dalam sebuah akun Weibo yang dikaitkan dengannya, Xu secara gamblang menyatakan keyakinannya bahwa "memiliki lebih banyak anak dapat menyelesaikan semua masalah".
Lebih spesifik lagi, dalam sebuah sidang pengadilan tahun 2023, Xu mengungkapkan harapannya untuk memiliki sekitar 20 anak kelahiran AS yang suatu hari nanti akan mengambil alih kendali bisnisnya.
Status kewarganegaraan AS disinyalir menjadi aset strategis dalam melindungi dan mengembangkan kekayaannya di masa depan.
Bahkan, ambisi Xu melampaui sekadar jumlah. Ia memiliki fantasi liar tentang aliansi genetik kelas atas, di mana ia membayangkan anak-anak Amerikanya kelak dapat menikah dengan keturunan Elon Musk, orang terkaya di dunia.
Angka ini semakin fantastis ketika mantan kekasih Xu, pada bulan lalu, melontarkan tuduhan bahwa sang miliarder sebenarnya memiliki 300 anak yang tersebar di seluruh dunia.
Namun, Duoyi Network segera membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menuduh publikasi tersebut "sengaja mengaburkan fakta dan memalsukan informasi palsu".
Menurut klarifikasi perusahaan, hanya 12 dari dugaan 100 lebih anak tersebut yang lahir di Amerika Serikat. Meski demikian, angka 12 anak yang lahir melalui proses surogasi lintas benua tetaplah sebuah angka yang tidak lazim bagi keluarga konvensional.
Fenomena serupa terlihat pada Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan instan Telegram. Pengusaha dengan kekayaan bersih USD14,2 miliar atau Rp227,2 triliun ini, secara resmi memiliki enam anak dari tiga pasangan berbeda.
Namun, jejak biologisnya jauh lebih luas. Durov mengaku telah mendonorkan spermanya ke klinik selama 15 tahun terakhir, yang menurut klaim klinik tersebut, telah menghasilkan lebih dari 100 kehamilan.
Baik Xu Bo maupun Pavel Durov merepresentasikan wajah baru kapitalisme ekstrem, di mana akumulasi modal tidak lagi cukup. Bagi mereka, keberhasilan sejati diukur dari seberapa banyak DNA mereka yang berhasil diwariskan untuk mengelola kekayaan yang telah mereka kumpulkan, menjadikan anak-anak bukan sekadar buah hati, melainkan aset masa depan yang harus diproduksi dengan standar "kualitas tinggi".
Taipan gim asal China ini tidak sedang membangun kesebelasan sepak bola, melainkan sebuah legiun darah dagingnya sendiri yang dipersiapkan secara metodis untuk menguasai dunia korporasi.
Xu Bo memiliki ambisi mencengangkan: mencetak puluhan putra "berkualitas tinggi" di tanah Amerika Serikat demi melanggengkan kekuasaan bisnisnya hingga lintas generasi.
Xu Bo sendiri merupakan pendiri dan pimpinan Guangzhou Duoyi Network—salah satu raksasa gim seluler terbesar di China. Ia kini menjadi sorotan global bukan karena inovasi teknologinya, melainkan karena obsesi biologisnya.
Pria berusia 48 tahun ini dilaporkan tengah menjalankan misi ambisius untuk memiliki "50 putra berkualitas tinggi" di Amerika Serikat yang kelak akan mewarisi takhta bisnisnya yang bernilai miliaran dolar.
Mengapa Harus Amerika?
![Punya 100 Anak Belum Cukup, Miliarder China Xu Bo Incar Bibit Unggul Amerika untuk Teruskan Imperium Bisnisnya]()
Kekayaan Xu Bo yang ditaksir mencapai USD1,1 miliar atau setara Rp 17,6 triliun tampaknya tidak ingin ia wariskan kepada anak yang lahir di tanah kelahirannya sendiri.
Investigasi Wall Street Journal menyingkap tabir sejarah ibu pengganti (surrogacy) yang dilakukan Xu di Negeri Paman Sam.
Laporan tersebut menemukan bahwa sang miliarder tengah mengupayakan hak asuh atas setidaknya empat anak yang belum lahir, dan sebelumnya telah, serta sedang aktif menjadi ayah dari setidaknya delapan anak hasil ibu pengganti lainnya.
Obsesi ini bukan tanpa alasan. Dalam sebuah akun Weibo yang dikaitkan dengannya, Xu secara gamblang menyatakan keyakinannya bahwa "memiliki lebih banyak anak dapat menyelesaikan semua masalah".
Lebih spesifik lagi, dalam sebuah sidang pengadilan tahun 2023, Xu mengungkapkan harapannya untuk memiliki sekitar 20 anak kelahiran AS yang suatu hari nanti akan mengambil alih kendali bisnisnya.
Status kewarganegaraan AS disinyalir menjadi aset strategis dalam melindungi dan mengembangkan kekayaannya di masa depan.
Bahkan, ambisi Xu melampaui sekadar jumlah. Ia memiliki fantasi liar tentang aliansi genetik kelas atas, di mana ia membayangkan anak-anak Amerikanya kelak dapat menikah dengan keturunan Elon Musk, orang terkaya di dunia.
Kabut Kontroversi: Antara 12 dan 300 Anak
Klaim mengenai jumlah keturunan Xu Bo menjadi bola liar yang penuh kontroversi. Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa perusahaan gim milik Xu pernah menyatakan sang pendiri memiliki lebih dari 100 anak yang lahir melalui ibu pengganti yang berbasis di AS.Angka ini semakin fantastis ketika mantan kekasih Xu, pada bulan lalu, melontarkan tuduhan bahwa sang miliarder sebenarnya memiliki 300 anak yang tersebar di seluruh dunia.
Namun, Duoyi Network segera membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menuduh publikasi tersebut "sengaja mengaburkan fakta dan memalsukan informasi palsu".
Menurut klarifikasi perusahaan, hanya 12 dari dugaan 100 lebih anak tersebut yang lahir di Amerika Serikat. Meski demikian, angka 12 anak yang lahir melalui proses surogasi lintas benua tetaplah sebuah angka yang tidak lazim bagi keluarga konvensional.
Tren Miliarder "Penyebar Benih"
Xu Bo bukanlah satu-satunya oligarki teknologi yang memandang genetika sebagai perpanjangan dari ekspansi bisnis. Ia berada dalam gelombang baru pria ultra-kaya yang berupaya mencetak puluhan keturunan untuk menggembalakan perusahaan dan memperluas warisan mereka.Fenomena serupa terlihat pada Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan instan Telegram. Pengusaha dengan kekayaan bersih USD14,2 miliar atau Rp227,2 triliun ini, secara resmi memiliki enam anak dari tiga pasangan berbeda.
Namun, jejak biologisnya jauh lebih luas. Durov mengaku telah mendonorkan spermanya ke klinik selama 15 tahun terakhir, yang menurut klaim klinik tersebut, telah menghasilkan lebih dari 100 kehamilan.
Baik Xu Bo maupun Pavel Durov merepresentasikan wajah baru kapitalisme ekstrem, di mana akumulasi modal tidak lagi cukup. Bagi mereka, keberhasilan sejati diukur dari seberapa banyak DNA mereka yang berhasil diwariskan untuk mengelola kekayaan yang telah mereka kumpulkan, menjadikan anak-anak bukan sekadar buah hati, melainkan aset masa depan yang harus diproduksi dengan standar "kualitas tinggi".
(dan)
Lihat Juga :