Nvidia Tegaskan Israel sebagai Rumah Kedua: Bangun Kampus AI Raksasa dengan 10.000 Pekerja
Senin, 22 Desember 2025 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Dampak ekonominya diprediksi akan sangat seismik bagi pasar tenaga kerja lokal. Nvidia memperkirakan kampus ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi 10.000 orang, angka yang secara efektif menggandakan jumlah tenaga kerja Nvidia yang saat ini sudah mencapai lebih dari 5.000 orang di Israel.
Fasilitas ini tidak hanya berisi barisan meja kerja, melainkan juga laboratorium canggih, pusat kolaborasi, area hijau luas, pusat pengunjung, hingga kafe-kafe yang dirancang untuk memacu kreativitas para insinyur.
Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO Nvidia, dengan puitis menyebut investasi ini sebagai bukti komitmen abadi.
"Israel adalah rumah bagi beberapa teknolog paling brilian di dunia dan telah menjadi rumah kedua bagi Nvidia," ujar Huang, menegaskan bahwa investasi ini mencerminkan kontribusi unik talenta Israel pada era kecerdasan buatan.
Strategi Pasar dan Insentif Pemerintah
Otoritas Tanah Israel mengungkapkan bahwa Nvidia membeli lahan strategis tersebut dengan harga sekitar 90 juta shekel atau USD29 juta. Namun, yang menarik perhatian adalah insentif yang diberikan pemerintah setempat; pembuat cip ini dilaporkan mendapatkan diskon sebesar 70 juta shekel untuk pembelian tanah tersebut.
Kementerian Keuangan Israel mencatat bahwa di luar diskon lahan, Nvidia tidak meminta ataupun menerima keringanan pajak tambahan.
Pasar global saat ini sedang dalam demam kecerdasan buatan, di mana perusahaan seperti Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Tesla berlomba membangun pusat data AI. Cip canggih Nvidia adalah bahan bakar utama perlombaan ini, dan banyak dari prosesor high-end serta cip jaringan esensial untuk melatih model AI tersebut justru lahir dari laboratorium-laboratorium di Israel.
Fasilitas ini tidak hanya berisi barisan meja kerja, melainkan juga laboratorium canggih, pusat kolaborasi, area hijau luas, pusat pengunjung, hingga kafe-kafe yang dirancang untuk memacu kreativitas para insinyur.
Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO Nvidia, dengan puitis menyebut investasi ini sebagai bukti komitmen abadi.
"Israel adalah rumah bagi beberapa teknolog paling brilian di dunia dan telah menjadi rumah kedua bagi Nvidia," ujar Huang, menegaskan bahwa investasi ini mencerminkan kontribusi unik talenta Israel pada era kecerdasan buatan.
Strategi Pasar dan Insentif Pemerintah
![Nvidia Tegaskan Israel sebagai Rumah Kedua: Bangun Kampus AI Raksasa dengan 10.000 Pekerja]()
Otoritas Tanah Israel mengungkapkan bahwa Nvidia membeli lahan strategis tersebut dengan harga sekitar 90 juta shekel atau USD29 juta. Namun, yang menarik perhatian adalah insentif yang diberikan pemerintah setempat; pembuat cip ini dilaporkan mendapatkan diskon sebesar 70 juta shekel untuk pembelian tanah tersebut.
Kementerian Keuangan Israel mencatat bahwa di luar diskon lahan, Nvidia tidak meminta ataupun menerima keringanan pajak tambahan.
Pasar global saat ini sedang dalam demam kecerdasan buatan, di mana perusahaan seperti Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Tesla berlomba membangun pusat data AI. Cip canggih Nvidia adalah bahan bakar utama perlombaan ini, dan banyak dari prosesor high-end serta cip jaringan esensial untuk melatih model AI tersebut justru lahir dari laboratorium-laboratorium di Israel.
Lihat Juga :