TikTok di Bawah Ketiak Sekutu Trump: Dari Musuh Negara Menjadi Mainan Baru Lingkaran Oligarki Washington
Jum'at, 19 Desember 2025 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Rush Doshi, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional era Biden, menyoroti ketidakjelasan status algoritma. Apakah kode-kode yang menentukan video apa yang viral itu benar-benar ditransfer ke AS? Ataukah Oracle hanya sekadar menjadi satpam yang mengawasi kotak hitam yang kuncinya masih dipegang insinyur di Beijing?
Jika algoritma tetap dikendalikan dari jarak jauh, maka divestasi ini hanyalah gimmick geopolitik.
Namun, jika algoritma sepenuhnya berpindah ke server Oracle, risiko barunya adalah manipulasi domestik.
Dengan Trump yang secara terbuka mengakui peran TikTok dalam kemenangan pemilunya, godaan untuk menggunakan platform ini sebagai alat propaganda politik sangatlah besar.
Benteng terakhir pertahanan netralitas TikTok ada pada tim Trust and Safety—para profesional yang bertugas memoderasi konten.
Leerssen menyebut adanya "logika profesional" di kalangan pekerja ini yang bisa menjadi penyeimbang. Namun, sejarah di X menunjukkan betapa rapuhnya posisi mereka ketika pemilik baru memutuskan untuk merombak total kebijakan moderasi.
Dengan tenggat waktu penutupan transaksi pada 22 Januari 2026, publik Amerika kini menanti dengan cemas.
Apakah TikTok akan tetap menjadi panggung kreativitas yang bebas, ataukah ia akan bermetamorfosis menjadi Fox News versi algoritma—sebuah alat politik yang dikemas dalam video joget 15 detik, dikendalikan oleh oligarki, dan direstui oleh penguasa.
Jika algoritma tetap dikendalikan dari jarak jauh, maka divestasi ini hanyalah gimmick geopolitik.
Namun, jika algoritma sepenuhnya berpindah ke server Oracle, risiko barunya adalah manipulasi domestik.
Dengan Trump yang secara terbuka mengakui peran TikTok dalam kemenangan pemilunya, godaan untuk menggunakan platform ini sebagai alat propaganda politik sangatlah besar.
Benteng terakhir pertahanan netralitas TikTok ada pada tim Trust and Safety—para profesional yang bertugas memoderasi konten.
Leerssen menyebut adanya "logika profesional" di kalangan pekerja ini yang bisa menjadi penyeimbang. Namun, sejarah di X menunjukkan betapa rapuhnya posisi mereka ketika pemilik baru memutuskan untuk merombak total kebijakan moderasi.
Dengan tenggat waktu penutupan transaksi pada 22 Januari 2026, publik Amerika kini menanti dengan cemas.
Apakah TikTok akan tetap menjadi panggung kreativitas yang bebas, ataukah ia akan bermetamorfosis menjadi Fox News versi algoritma—sebuah alat politik yang dikemas dalam video joget 15 detik, dikendalikan oleh oligarki, dan direstui oleh penguasa.
(dan)
Lihat Juga :