Selamat dari Vonis Mati, tapi TikTok Resmi Dikendalikan Raksasa Yahudi Oracle dan Miliarder AS
Jum'at, 19 Desember 2025 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Masih belum terang benderang apakah algoritma tersebut benar-benar ditransfer, dilisensikan, atau sejatinya masih dikendalikan dari Beijing dengan Oracle hanya sekadar "mengawasi".
Suara sumbang juga datang dari Senator Demokrat, Elizabeth Warren. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai "pengambilalihan oleh miliarder" yang penuh tanda tanya.
"Trump ingin menyerahkan lebih banyak kendali atas apa yang Anda tonton kepada teman-teman miliardernya. Rakyat Amerika berhak tahu apakah presiden membuat kesepakatan pintu belakang lainnya untuk pengambilalihan TikTok ini," kritik Warren di platform X.
Kritik ini merujuk pada kedekatan Trump dengan Larry Ellison, pendiri Oracle.
Kini, ironisnya, Trump jugalah yang merestui kesepakatan ini, mengklaim bahwa struktur baru tersebut telah memenuhi persyaratan divestasi di bawah undang-undang tahun 2024.
Dengan susunan dewan direksi baru di mana ByteDance hanya menunjuk satu dari tujuh kursi—sisanya dipegang mayoritas warga Amerika—kesepakatan ini diharapkan menjadi penutup dari drama ketegangan digital AS-China.
Bagi ByteDance, menjadi minoritas di atas kertas mungkin adalah harga yang pantas dibayar untuk tetap hidup di pasar terbesarnya, meskipun pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali algoritma di balik layar mungkin tidak akan pernah benar-benar terjawab tuntas.
Suara sumbang juga datang dari Senator Demokrat, Elizabeth Warren. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai "pengambilalihan oleh miliarder" yang penuh tanda tanya.
"Trump ingin menyerahkan lebih banyak kendali atas apa yang Anda tonton kepada teman-teman miliardernya. Rakyat Amerika berhak tahu apakah presiden membuat kesepakatan pintu belakang lainnya untuk pengambilalihan TikTok ini," kritik Warren di platform X.
Kritik ini merujuk pada kedekatan Trump dengan Larry Ellison, pendiri Oracle.
Akhir dari Perang Dingin Digital?
Perjalanan TikTok di AS adalah saga panjang yang bermula sejak Agustus 2020, ketika Trump pertama kali mencoba memblokir aplikasi ini atas alasan keamanan nasional.Kini, ironisnya, Trump jugalah yang merestui kesepakatan ini, mengklaim bahwa struktur baru tersebut telah memenuhi persyaratan divestasi di bawah undang-undang tahun 2024.
Dengan susunan dewan direksi baru di mana ByteDance hanya menunjuk satu dari tujuh kursi—sisanya dipegang mayoritas warga Amerika—kesepakatan ini diharapkan menjadi penutup dari drama ketegangan digital AS-China.
Bagi ByteDance, menjadi minoritas di atas kertas mungkin adalah harga yang pantas dibayar untuk tetap hidup di pasar terbesarnya, meskipun pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali algoritma di balik layar mungkin tidak akan pernah benar-benar terjawab tuntas.
(dan)
Lihat Juga :