Turun Gunung Demi Gemini: Kisah Sergey Brin Menolak Tua dan Penyesalan Terlambat Merespons AI

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:20 WIB
loading...
A A A

Raksasa yang Sempat Tertidur

Kembalinya Brin bukan sekadar obat bagi kebosanan pribadinya, melainkan respons darurat atas posisi Google di peta persaingan teknologi. Brin memberikan pengakuan jujur dan kritis mengenai trajektori AI perusahaannya.

Meski Google adalah pihak yang menerbitkan makalah revolusioner bertajuk "Transformer" pada 2017—yang notabene menjadi fondasi bagi hampir semua model AI modern saat ini—mereka justru gagal memanfaatkannya lebih dulu.

Brin mengakui bahwa Google "kurang berinvestasi" pada awalnya dan terlalu takut untuk merilis produk ke publik.

"Kami terlalu takut membawanya ke masyarakat karena chatbot kadang mengatakan hal-hal bodoh," ujar Brin.

Ketakutan akan risiko reputasi inilah yang menjadi celah bagi OpenAI. Rivalnya itu bergerak cepat, mengambil risiko, dan akhirnya memimpin pasar.

"OpenAI berlari dengan teknologi itu, dan bagus untuk mereka," tambahnya sportif.

Namun, dalam analisis pasar jangka panjang, Google belum tamat. Brin menegaskan bahwa Google masih memegang kartu As berupa infrastruktur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Ford Gunakan AI untuk...
Ford Gunakan AI untuk Hidupkan Kembali Aurora Tahun 1964
Kolaborasi Kemenekraf,...
Kolaborasi Kemenekraf, Google, dan YouTube Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lewat AI
Rekomendasi
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Fanomenon Coachella...
Fanomenon Coachella Versi K-Pop Resmi Diluncurkan, Target Raup Rp12 Triliun
Pramono Yakin Obligasi...
Pramono Yakin Obligasi Daerah Tak Akan Bebani Gubernur Selanjutnya
Berita Terkini
Ternyata Ini Cara AI...
Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Infografis
Kehebatan AI DeepSeek...
Kehebatan AI DeepSeek Diakui oleh Tim Cook dan Mark Zuckerberg
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved