Turun Gunung Demi Gemini: Kisah Sergey Brin Menolak Tua dan Penyesalan Terlambat Merespons AI

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:20 WIB
loading...
A A A
Investasi jangka panjang pada riset jaringan saraf (neural network), pengembangan cip AI khusus (TPU), dan infrastruktur pusat data (data center) masif adalah benteng pertahanan yang sulit ditembus lawan. "Sangat sedikit yang memiliki skala sebesar itu," tegasnya.

Pelajaran dari Kegagalan Google Glass

Selain membahas AI, Brin juga merefleksikan kesalahan masa lalunya sebagai peringatan bagi para inovator muda. Ia menunjuk proyek Google Glass sebagai contoh nyata dari ambisi yang tak terukur. Ia mengaku terburu-buru meluncurkan produk tersebut sebelum benar-benar siap, matang, atau terjangkau harganya.

"Semua orang berpikir mereka adalah Steve Jobs berikutnya. Saya jelas pernah membuat kesalahan itu," akunya.

Kini, di tengah pusaran pengembangan Gemini, Brin menemukan kembali ketajamannya. Ia memperingatkan mahasiswa dan pelaku industri untuk tidak lengah. Laju inovasi saat ini begitu cepat sehingga "melewatkan berita selama satu bulan berarti Anda sudah jauh tertinggal."

Brin juga memberikan nasihat kontraintuitif bagi mahasiswa yang cemas akan masa depan karier mereka. Ia menyarankan agar tidak lari dari bidang teknis hanya karena AI kini bisa menulis kode pemrograman.

"Jangan beralih ke sastra hanya karena Anda pikir AI jago coding. AI mungkin justru lebih jago dalam sastra," candanya, menyiratkan bahwa pemahaman teknis tetaplah mata uang paling berharga di era algoritma ini.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Ford Gunakan AI untuk...
Ford Gunakan AI untuk Hidupkan Kembali Aurora Tahun 1964
Kolaborasi Kemenekraf,...
Kolaborasi Kemenekraf, Google, dan YouTube Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lewat AI
Rekomendasi
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Fanomenon Coachella...
Fanomenon Coachella Versi K-Pop Resmi Diluncurkan, Target Raup Rp12 Triliun
Berita Terkini
Ternyata Ini Cara AI...
Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Infografis
3 Kelebihan DeepSeek...
3 Kelebihan DeepSeek dibanding ChatGPT dan Meta AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved