Oracle Kehilangan Rp5.700 Triliun Akibat Cinta Buta pada OpenAI
Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Risiko Gagal Bayar Sang Unicorn
Kecemasan investor bukannya tanpa alasan. Biaya operasional OpenAI diprediksi membengkak hingga USD1,4 triliun (Rp22.260 triliun) akibat serangkaian kesepakatan agresif dengan berbagai perusahaan seperti Nvidia, CoreWeave, AMD, Broadcom, dan Oracle sendiri.Ditambah lagi, persaingan sengit dari model Gemini milik Google membuat posisi OpenAI kian terjepit.
"Jelas ada pembalikan persepsi pasar terhadap OpenAI dalam beberapa bulan terakhir," ujar Stefan Slowinski, analis dari BNB Paribas. "Ekosistem OpenAI jelas menderita akibat hal ini.".
CEO OpenAI, Sam Altman, dilaporkan menyatakan kondisi "kode merah" pekan lalu, sebuah sinyal bahaya menghadapi rivalitas Google yang mengancam kemampuan mereka memonetisasi produk dan mencapai target pendapatan.
Gil Luria, analis dari DA Davidson, menyoroti posisi sulit Oracle. "[Oracle berada] dalam situasi sulit di mana mereka harus membangun kapasitas [pusat data] untuk pelanggan ini dan meminjam banyak uang untuk melakukannya, padahal ada ketidakpastian yang sangat tinggi apakah pelanggan ini mampu membayar kapasitas tersebut," ungkapnya.
Beban Keuangan yang Semakin Berat
Laporan keuangan kuartal kedua Oracle semakin memperkeruh suasana. Belanja modal perusahaan tercatat sebesar USD12 miliar (R 190 triliun), angka yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi.Lihat Juga :