Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia

Minggu, 07 Desember 2025 - 14:35 WIB
loading...
Benua Australia Bergerak...
Australia. FOTO/ IFL Science
A A A
SIDNEY - Benua Australia terus bergerak ke utara sekitar 7 cm per tahun karena dorongan lempeng tektonik Indo-Australia, menjadikannya salah satu benua paling cepat bergerak di Bumi.



Pergerakan ini menyebabkan koordinat GPS perlu diperbarui secara berkala, serta memiliki dampak geologis jangka panjang seperti berpotensi bertabrakan dengan Asia dan membentuk pegunungan.

Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), lempeng tektonik Bumi bergerak rata-rata sekitar 1,5 cm per tahun. Dibandingkan dengan kecepatan tersebut, Australia jauh lebih maju daripada benua lain karena terus bergerak ke utara.

Secara teknis, lempeng Indo-Australia tidak hanya mencakup daratan Australia dan pulau Tasmania, tetapi juga meliputi sebagian Papua Nugini, Selandia Baru, dan sebagian besar Samudra Hindia.

Diperkirakan bahwa dalam puluhan juta tahun ke depan, lempeng Indo-Australia kemungkinan akan bertabrakan dengan dasar lempeng Eurasia di Asia Tenggara dan Cina, membentuk superbenua baru yang oleh beberapa ilmuwan disebut "Austrasia".

Hal ini bukanlah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Bumi. Sekitar 200 juta tahun yang lalu, Australia masih merupakan bagian dari Gondwana – superbenua raksasa yang pernah menutupi sebagian besar Belahan Bumi Selatan.

Gondwana mencakup Lempeng Antartika, Amerika Selatan, Indo-Australia, dan Afrika, yang semuanya saling terhubung. Sementara itu, Laurasia – cikal bakal Eropa, Asia, dan Amerika Utara saat ini – berada di Belahan Bumi Utara.

Perlu diingat bahwa permukaan Bumi selalu bergerak – meskipun sangat lambat. Kita tidak merasakan perubahan ini dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kenyataannya planet kita tidak "diam" seperti yang terlihat.

Lempeng tektonik terus bergeser: beberapa bertabrakan, beberapa terpisah. Alih-alih membayangkan Bumi sebagai massa batuan padat, kita dapat membayangkannya sebagai permukaan jalan retak yang bergerak perlahan di atas ban berjalan raksasa.

Beberapa retakan melebar, beberapa menyusut – dan seluruh permukaan bergerak, terlalu lambat untuk dilihat dengan mata telanjang.

Meskipun laju pergerakan ini tergolong lambat menurut standar manusia, kecepatannya masih cukup tinggi untuk memengaruhi teknologi modern.

Sistem navigasi satelit seperti GPS mengandalkan koordinat tetap untuk menentukan lokasi. Namun, seiring pergerakan lempeng tektonik, lokasi titik-titik di Bumi yang sebenarnya mulai menyimpang dari lokasi yang tercatat di peta.

Australia adalah contoh utama: hingga 2017, negara ini menggunakan sistem koordinat dari tahun 1994. Selama 23 tahun terakhir, benua Australia telah bergeser 1,6 meter dari posisi semula, sehingga memerlukan pembaruan. Faktanya, Australia secara resmi telah "bergerak" sekitar 1,8 meter ke arah timur laut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Rekomendasi
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved