Serangan Siber Bikin Jaguar Lumpuh 5 Minggu! Rugi Rp3,9 Triliun, Proyeksi Masa Depan Ambyar Rp50 Triliun!
Senin, 17 November 2025 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
CEO JLR, Adrian Mardell, yang akan meninggalkan perusahaan setelah tiga dekade, mengakui beratnya situasi ini.
"China jelas membuat kami khawatir," ujar Mardell. Ia menambahkan bahwa penyelidikan insiden siber masih berlangsung, namun operasi "sudah cukup banyak kembali berjalan normal sekarang."
Saking parahnya dampak kelumpuhan produksi ini, Bank of England dalam Laporan Kebijakan Moneter mereka menyebut serangan siber di JLR sebagai salah satu alasan utama mengapa PDB Inggris lebih lemah dari perkiraan pada Kuartal 3 2025.
Serangan ini begitu mengguncang, hingga Pemerintah Inggris terpaksa turun tangan, menyetujui jaminan pinjaman £1,5 miliar (Rp 30 triliun) pada 29 September 2025 untuk memulihkan rantai pasok dan menghidupkan kembali produksi JLR.
Ironisnya, induk perusahaan Tata Motors Passenger Vehicles melaporkan lonjakan laba bersih kuartalan 22 kali lipat. Namun, laba semu itu didapat murni dari keuntungan demerger (pemisahan unit) sebesar 826 miliar rupee (Rp150,4 triliun).
Jika keuntungan "di atas kertas" itu diabaikan, perusahaan sebenarnya mencatat kerugian 6,37 miliar rupee (Rp 1,2 triliun), yang sebagian besar tertimbun oleh amblasnya volumepenjualanJLR.
"China jelas membuat kami khawatir," ujar Mardell. Ia menambahkan bahwa penyelidikan insiden siber masih berlangsung, namun operasi "sudah cukup banyak kembali berjalan normal sekarang."
Saking parahnya dampak kelumpuhan produksi ini, Bank of England dalam Laporan Kebijakan Moneter mereka menyebut serangan siber di JLR sebagai salah satu alasan utama mengapa PDB Inggris lebih lemah dari perkiraan pada Kuartal 3 2025.
Serangan ini begitu mengguncang, hingga Pemerintah Inggris terpaksa turun tangan, menyetujui jaminan pinjaman £1,5 miliar (Rp 30 triliun) pada 29 September 2025 untuk memulihkan rantai pasok dan menghidupkan kembali produksi JLR.
Ironisnya, induk perusahaan Tata Motors Passenger Vehicles melaporkan lonjakan laba bersih kuartalan 22 kali lipat. Namun, laba semu itu didapat murni dari keuntungan demerger (pemisahan unit) sebesar 826 miliar rupee (Rp150,4 triliun).
Jika keuntungan "di atas kertas" itu diabaikan, perusahaan sebenarnya mencatat kerugian 6,37 miliar rupee (Rp 1,2 triliun), yang sebagian besar tertimbun oleh amblasnya volumepenjualanJLR.
(dan)
Lihat Juga :