Serangan Siber Bikin Jaguar Lumpuh 5 Minggu! Rugi Rp3,9 Triliun, Proyeksi Masa Depan Ambyar Rp50 Triliun!

Senin, 17 November 2025 - 12:08 WIB
loading...
Serangan Siber Bikin...
Sebuah serangan siber yang melumpuhkan Jaguar Land Rover selama lima pekan tak hanya menelan biaya instan Rp3,9 triliun, tetapi juga memorak-porandakan proyeksi arus kas perusahaan hingga minus Rp 50 triliun. Foto: ist
A A A
LONDON - Kasus yang menimpa Jaguar Land Rover (JLR) menegaskan bagaimana perusahaan tidak boleh meremehkan dampak serangan siber. Permata di mahkota Tata Motors itu harus menanggung luka finansial yang dalam, bukan hanya karena lesunya pasar, tetapi karena hantaman telak peretas yang melumpuhkan produksinya.

Induk perusahaan, Tata Motors Passenger Vehicles, pada hari Jumat (14/11/2025), terpaksa memangkas tajam proyeksi keuntungannya untuk tahun fiskal 2026.

Ini adalah buntut dari serangan siber besar-besaran yang terjadi pada awal September 2025.

Serangan yang diklaim oleh kelompok cybercrime Scattered Lapsus$ Hunters itu, seketika menghentikan denyut produksi di tiga pabrik JLR di Inggris—yang dalam kondisi normal mampu menghasilkan sekitar 1.000 mobil per hari.

Selama lima minggu penuh, dari 2 September hingga 8 Oktober 2025, pabrik-pabrik itu lumpuh. Karyawan terpaksa dirumahkan, dan rantai pasok membeku.

Kerugian Berlapis Puluhan Triliun

Dampak serangan ini tercermin jelas dalam angka. Serangan ini bukan sekadar kerugian di atas kertas; tapi merupakan pendarahan uang tunai yang nyata.

Biaya Instan: Laporan keuangan JLR yang dirilis pada 15 November 2025 mengungkap biaya satu kali (one-time charge) akibat serangan siber ini mencapai £196 juta (Rp3,92 triliun) atau USD228,5 juta (Rp3,65 triliun) hanya pada kuartal kedua.

Laporan Merah: Akibatnya, JLR mencatat kerugian sebelum pajak sebesar £485 juta (sekitar Rp9,7 triliun) pada kuartal kedua, anjlok dari keuntungan £398 juta (Rp7,96 triliun) pada periode yang sama tahun lalu. Margin EBIT perusahaan terperosok ke negatif 8,6%, dari sebelumnya positif 5,1%.

Masa Depan Suram: Pukulan paling telak ada pada proyeksi masa depan. JLR kini memperkirakan marjin operasi untuk tahun fiskal 2026 hanya 0% hingga 2%. Angka ini porak-poranda dibandingkan target optimis sebelumnya, yakni 5% hingga 7%.

Arus Kas Negatif: Lebih menakutkan lagi, perusahaan membalikkan proyeksi arus kas bebas (free cash flow) pada 2026. Dari target impas (break even), kini JLR memproyeksikan arus kas negatif sebesar £2,2 miliar hingga £2,5 miliar (Rp44 triliun hingga Rp 50 triliun).

Artinya, serangan siber ini tidak hanya menghapus keuntungan kuartalan, tetapi juga menghanguskan proyeksi keuntungan perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.

Pukulan di Tengah Badai

Serangan ini datang pada saat yang paling buruk. JLR sejatinya tengah berjuang melawan hantaman ganda: permintaan mobil premium yang lesu di China dan krisis pasokan semikonduktor yang kian pelik.

Pukulan di China diperparah oleh perubahan pajak barang mewah yang kini mencakup banyak model Range Rover. Sementara itu, pemasok chip Nexperia B.V. tak lagi bisa menjamin pengiriman akibat perseteruan politik China-Belanda.

Akibatnya, volume wholesale JLR (di luar perusahaan patungan China) anjlok 24,2%.

CEO JLR, Adrian Mardell, yang akan meninggalkan perusahaan setelah tiga dekade, mengakui beratnya situasi ini.
"China jelas membuat kami khawatir," ujar Mardell. Ia menambahkan bahwa penyelidikan insiden siber masih berlangsung, namun operasi "sudah cukup banyak kembali berjalan normal sekarang."

Saking parahnya dampak kelumpuhan produksi ini, Bank of England dalam Laporan Kebijakan Moneter mereka menyebut serangan siber di JLR sebagai salah satu alasan utama mengapa PDB Inggris lebih lemah dari perkiraan pada Kuartal 3 2025.

Serangan ini begitu mengguncang, hingga Pemerintah Inggris terpaksa turun tangan, menyetujui jaminan pinjaman £1,5 miliar (Rp 30 triliun) pada 29 September 2025 untuk memulihkan rantai pasok dan menghidupkan kembali produksi JLR.

Ironisnya, induk perusahaan Tata Motors Passenger Vehicles melaporkan lonjakan laba bersih kuartalan 22 kali lipat. Namun, laba semu itu didapat murni dari keuntungan demerger (pemisahan unit) sebesar 826 miliar rupee (Rp150,4 triliun).

Jika keuntungan "di atas kertas" itu diabaikan, perusahaan sebenarnya mencatat kerugian 6,37 miliar rupee (Rp 1,2 triliun), yang sebagian besar tertimbun oleh amblasnya volumepenjualanJLR.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved