Astronot China Gelar Barbekyu Ria di Luar Angkasa
Kamis, 06 November 2025 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
"Makanan kini dapat keluar berwarna keemasan dan renyah," jelas Liu Weibo, wakil kepala perancang sistem astronaut di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot
China, dalam sebuah pernyataan kepada stasiun televisi nasional Tiongkok, CCTV .
Mereka bisa memanggang kue, memanggang kacang, atau memanggang daging, dan rasanya sungguh lezat. Ini berarti para astronaut dapat menikmati hidangan istimewa di akhir pekan, ulang tahun, atau hari libur. Ini sangat membantu memperkaya pengalaman bersantap mereka dan meningkatkan kondisi kehidupan secara keseluruhan di orbit.
Keselamatan tentu saja yang terpenting. Oven menjaga makanan tetap di tempatnya, mencegahnya melayang, sementara sistem pemurnian internal mencegah asap menimbulkan masalah bagi para astronaut .
"Kami menggunakan katalisis suhu tinggi dan teknologi filtrasi berlapis untuk memungkinkan pemanggangan bebas asap," tambah Xian Yong, peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok.
Mengingat kondisi khusus di orbit, kami telah memastikan bahwa oven udara panas ini sepenuhnya andal dan aman. Setiap bagian oven yang disentuh astronot tetap dingin untuk mencegah luka bakar.
Waktu memasaknya agak lambat, dan sayapnya kabarnya membutuhkan waktu 28 menit untuk menjadi serenyah itu.
Namun, ini merupakan lompatan besar bagi teknologi pangan di luar angkasa, dan dapat memungkinkan terciptanya pola makan yang jauh lebih lezat dan bervariasi. Satu sayap untuk manusia, satu ember besar sayap untuk umat manusia.
China, dalam sebuah pernyataan kepada stasiun televisi nasional Tiongkok, CCTV .
Mereka bisa memanggang kue, memanggang kacang, atau memanggang daging, dan rasanya sungguh lezat. Ini berarti para astronaut dapat menikmati hidangan istimewa di akhir pekan, ulang tahun, atau hari libur. Ini sangat membantu memperkaya pengalaman bersantap mereka dan meningkatkan kondisi kehidupan secara keseluruhan di orbit.
Keselamatan tentu saja yang terpenting. Oven menjaga makanan tetap di tempatnya, mencegahnya melayang, sementara sistem pemurnian internal mencegah asap menimbulkan masalah bagi para astronaut .
"Kami menggunakan katalisis suhu tinggi dan teknologi filtrasi berlapis untuk memungkinkan pemanggangan bebas asap," tambah Xian Yong, peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok.
Mengingat kondisi khusus di orbit, kami telah memastikan bahwa oven udara panas ini sepenuhnya andal dan aman. Setiap bagian oven yang disentuh astronot tetap dingin untuk mencegah luka bakar.
Waktu memasaknya agak lambat, dan sayapnya kabarnya membutuhkan waktu 28 menit untuk menjadi serenyah itu.
Namun, ini merupakan lompatan besar bagi teknologi pangan di luar angkasa, dan dapat memungkinkan terciptanya pola makan yang jauh lebih lezat dan bervariasi. Satu sayap untuk manusia, satu ember besar sayap untuk umat manusia.
(wbs)
Lihat Juga :