Terungkap Penyebab Thermal Runaway yang Bikin Power Bank Meledak di Kabin Pesawat Air China
Senin, 20 Oktober 2025 - 15:54 WIB
loading...
Power bank meledak hebat di kabin Air China (160 penumpang) dan menimbulkan kepanikan. Foto: ist
A
A
A
CHINA - Insiden terbakarnya baterai lithium di penerbangan Air China CA139 pada hari Sabtu (18/10/2025) memberi sinyal peringatan keras kepada regulator penerbangan dan industri elektronik.
Insiden yang melibatkan 160 penumpang dan awak ini memvalidasi risiko "thermal runaway" sebagai liabilitas operasional dan keselamatan yang signifikan dalam penerbangan komersial.
Penerbangan CA139, yang berangkat dari Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan pada pukul 09:47 pagi waktu setempat menuju Seoul, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Shanghai Pudong sekitar pukul 11:00 pagi.
Penyebabnya: baterai lithium, yang diyakini sebagai power bank di dalam tas jinjing penumpang, meledak di kompartemen bagasi kabin.
"Sebuah baterai lithium di bagasi kabin penumpang menyala secara spontan," demikian pernyataan resmi Air China di platform Weibo.
Meskipun tidak ada korban jiwa dan awak kabin berhasil memadamkan api menggunakan alat pemadam, video amatir yang beredar menunjukkan api besar dan asap tebal memenuhi kabin, memicu kepanikan di antara penumpang.
Insiden Air China ini membongkar kelemahan sekaligus paradoks dalam regulasi keselamatan penerbangan global terkait baterai lithium.
Regulator global, termasuk TSA (AS), melarang baterai lithium cadangan (seperti power bank) di bagasi tercatat (checked baggage) dan mewajibkannya dibawa ke kabin (umumnya di bawah 100 watt-jam). Kebijakan ini dirancang untuk mencegah kebakaran di kargo yang tidak terpantau.
Namun, pelajaran dari insiden CA139 sangat jelas: Kebijakan ini tidak menghilangkan risiko, melainkan hanya memindahkan risiko dari kargo ke kabin penumpang yang padat. Berikut insiden yang terjadi di kabin:
1. Insiden Air China (Oktober 2025): 160 penumpang terekspos langsung pada api dan asap di dalam kabin.
2. Insiden Air Busan (Januari 2025): Sebuah power bank cadangan memicu kebakaran di penerbangan yang membawa 169 penumpang dan 7 awak. Akibatnya, tujuh (7) orang dilaporkan mengalami luka ringan.
3. Insiden China Southern (Mei 2025): Penerbangan terpaksa kembali 15 menit setelah lepas landas akibat asap dari baterai kamera dan power bank penumpang.
Rangkaian data ini menunjukkan bahwa frekuensi insiden thermal runaway di dalam kabin meningkat, sejalan dengan proliferasi perangkat elektronik konsumen.
Risiko Ekonomi dan Operasional
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) telah lama memperingatkan bahwa baterai lithium-ion—yang digunakan di smartphone, laptop, dan power bank—rentan mengalami "thermal runaway".
Ini adalah reaksi pemanasan mandiri yang dapat memicu ledakan jika sel baterai rusak, cacat produksi, diisi daya berlebihan, atau terlalu panas.
Bagi maskapai, setiap insiden menciptakan kerugian langsung:
Biaya Diversi: Pendaratan darurat CA139 di Shanghai menyebabkan penundaan signifikan dan biaya operasional tak terduga (bahan bakar, biaya pendaratan, kompensasi).
Kerusakan Aset: Meskipun Air China melaporkan tidak ada kerusakan struktural, foto menunjukkan lapisan kabin hangus, yang memerlukan perbaikan grounding dan biaya penggantian.
Risiko Reputasi: Kepanikan penumpang dan liputan media negatif secara langsung menggerus kepercayaan konsumen.
Insiden Air China CA139 adalah pengingat mahal bahwa regulasi saat ini belum memitigasi risiko inti. Bagi industri penerbangan, setiap power bank yang dibawa oleh 160 penumpang kini mewakili potensi titik kegagalan (point of failure).
Industri kini menghadapi tekanan untuk meninjau ulang regulasi dan menuntut standar keamanan baterai yang lebih ketat dari produsen elektronik, sebelum insiden berikutnya menimbulkan kerugian finansial dan korban jiwa yanglebihbesar.
Insiden yang melibatkan 160 penumpang dan awak ini memvalidasi risiko "thermal runaway" sebagai liabilitas operasional dan keselamatan yang signifikan dalam penerbangan komersial.
Penerbangan CA139, yang berangkat dari Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan pada pukul 09:47 pagi waktu setempat menuju Seoul, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Shanghai Pudong sekitar pukul 11:00 pagi.
Penyebabnya: baterai lithium, yang diyakini sebagai power bank di dalam tas jinjing penumpang, meledak di kompartemen bagasi kabin.
"Sebuah baterai lithium di bagasi kabin penumpang menyala secara spontan," demikian pernyataan resmi Air China di platform Weibo.
Meskipun tidak ada korban jiwa dan awak kabin berhasil memadamkan api menggunakan alat pemadam, video amatir yang beredar menunjukkan api besar dan asap tebal memenuhi kabin, memicu kepanikan di antara penumpang.
Insiden Air China ini membongkar kelemahan sekaligus paradoks dalam regulasi keselamatan penerbangan global terkait baterai lithium.
Regulator global, termasuk TSA (AS), melarang baterai lithium cadangan (seperti power bank) di bagasi tercatat (checked baggage) dan mewajibkannya dibawa ke kabin (umumnya di bawah 100 watt-jam). Kebijakan ini dirancang untuk mencegah kebakaran di kargo yang tidak terpantau.
Namun, pelajaran dari insiden CA139 sangat jelas: Kebijakan ini tidak menghilangkan risiko, melainkan hanya memindahkan risiko dari kargo ke kabin penumpang yang padat. Berikut insiden yang terjadi di kabin:
1. Insiden Air China (Oktober 2025): 160 penumpang terekspos langsung pada api dan asap di dalam kabin.
2. Insiden Air Busan (Januari 2025): Sebuah power bank cadangan memicu kebakaran di penerbangan yang membawa 169 penumpang dan 7 awak. Akibatnya, tujuh (7) orang dilaporkan mengalami luka ringan.
3. Insiden China Southern (Mei 2025): Penerbangan terpaksa kembali 15 menit setelah lepas landas akibat asap dari baterai kamera dan power bank penumpang.
Rangkaian data ini menunjukkan bahwa frekuensi insiden thermal runaway di dalam kabin meningkat, sejalan dengan proliferasi perangkat elektronik konsumen.
Risiko Ekonomi dan Operasional
![Terungkap Penyebab Thermal Runaway yang Bikin Power Bank Meledak di Kabin Pesawat Air China]()
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) telah lama memperingatkan bahwa baterai lithium-ion—yang digunakan di smartphone, laptop, dan power bank—rentan mengalami "thermal runaway".
Ini adalah reaksi pemanasan mandiri yang dapat memicu ledakan jika sel baterai rusak, cacat produksi, diisi daya berlebihan, atau terlalu panas.
Bagi maskapai, setiap insiden menciptakan kerugian langsung:
Biaya Diversi: Pendaratan darurat CA139 di Shanghai menyebabkan penundaan signifikan dan biaya operasional tak terduga (bahan bakar, biaya pendaratan, kompensasi).
Kerusakan Aset: Meskipun Air China melaporkan tidak ada kerusakan struktural, foto menunjukkan lapisan kabin hangus, yang memerlukan perbaikan grounding dan biaya penggantian.
Risiko Reputasi: Kepanikan penumpang dan liputan media negatif secara langsung menggerus kepercayaan konsumen.
Insiden Air China CA139 adalah pengingat mahal bahwa regulasi saat ini belum memitigasi risiko inti. Bagi industri penerbangan, setiap power bank yang dibawa oleh 160 penumpang kini mewakili potensi titik kegagalan (point of failure).
Industri kini menghadapi tekanan untuk meninjau ulang regulasi dan menuntut standar keamanan baterai yang lebih ketat dari produsen elektronik, sebelum insiden berikutnya menimbulkan kerugian finansial dan korban jiwa yanglebihbesar.
(dan)
Lihat Juga :