Kim Jong-un Larang Wanita Operasi Payudara, Polisi Langsung Gelar Razia
Kamis, 09 Oktober 2025 - 07:30 WIB
loading...
Kim Jong-un Larang Wanita Operasi Payudara. FOTO/ Al jazeera
A
A
A
LONDON - Korea Utara telah menindak tegas perempuan yang diduga menjalani operasi implan payudara. Pemerintah yang dipimpin Kim Jong-un menganggap prosedur kosmetik tersebut 'tidak sosialis' dan 'kapitalis.
BACA JUGA - Apakah Korea Utara Mendukung Palestina?
Seperti dilansir dari The Telegraph, Pasukan keamanan dilaporkan melakukan pemeriksaan ketat untuk mengidentifikasi perempuan yang menunjukkan perubahan fisik yang mencurigakan.
Pemimpi wilayah juga telah diinstruksikan untuk memantau warga setempat dan melaporkan setiap individu yang diduga menjalani operasi kosmetik untuk penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan peraturan negara saat ini, segala bentuk operasi estetika seperti pembesaran payudara atau operasi kelopak mata ganda dianggap sebagai 'tindakan tidak sosialis' dan dilarang keras.
Mereka yang terbukti bersalah dapat menghadapi hukuman berat, termasuk penjara atau kerja paksa.
Langkah-langkah baru ini diumumkan setelah seorang dokter dan dua perempuan berusia 20-an diadili dalam sidang terbuka di balai budaya kota Sariwon, provinsi Hwanghae Utara, pada pertengahan September.
Dokter tersebut dilaporkan tidak memiliki kualifikasi medis lengkap setelah berhenti sebelum menyelesaikan studi bedahnya.
Jaksa penuntut mengatakan kedua perempuan itu 'ternoda oleh kebiasaan borjuis' dan terlibat dalam 'perilaku kapitalis yang korup'.
Selama persidangan, hakim juga menekankan bahwa para terdakwa "tidak menunjukkan loyalitas kepada organisasi dan kelompok, tetapi justru terjebak dalam keegoisan dan menjadi 'rumput liar beracun' yang menggerogoti sistem sosialis."
Sebagai barang bukti, pihak berwenang menyita peralatan medis, silikon selundupan, dan sejumlah uang tunai.
Menurut laporan Daily NK, beberapa warga yang menyaksikan persidangan terbuka tersebut terbagi pendapatnya. Beberapa mengecam dokter tersebut karena "melakukan apa saja demi uang", sementara yang lain bersimpati, dengan alasan bahwa ia mungkin "tidak punya cara lain untuk mencari nafkah."
Laporan yang sama mengatakan bahwa banyak perempuan di kota Sariwon kini hidup dalam ketakutan akan penggeledahan jika mereka dicurigai telah menjalani prosedur kosmetik.
Para pengamat internasional menilai tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan rezim Korea Utara untuk mengekang pengaruh budaya asing dan memastikan warga negaranya mematuhi ideologi sosialis murni yang digariskan oleh pemimpinnya.
BACA JUGA - Apakah Korea Utara Mendukung Palestina?
Seperti dilansir dari The Telegraph, Pasukan keamanan dilaporkan melakukan pemeriksaan ketat untuk mengidentifikasi perempuan yang menunjukkan perubahan fisik yang mencurigakan.
Pemimpi wilayah juga telah diinstruksikan untuk memantau warga setempat dan melaporkan setiap individu yang diduga menjalani operasi kosmetik untuk penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan peraturan negara saat ini, segala bentuk operasi estetika seperti pembesaran payudara atau operasi kelopak mata ganda dianggap sebagai 'tindakan tidak sosialis' dan dilarang keras.
Mereka yang terbukti bersalah dapat menghadapi hukuman berat, termasuk penjara atau kerja paksa.
Langkah-langkah baru ini diumumkan setelah seorang dokter dan dua perempuan berusia 20-an diadili dalam sidang terbuka di balai budaya kota Sariwon, provinsi Hwanghae Utara, pada pertengahan September.
Dokter tersebut dilaporkan tidak memiliki kualifikasi medis lengkap setelah berhenti sebelum menyelesaikan studi bedahnya.
Jaksa penuntut mengatakan kedua perempuan itu 'ternoda oleh kebiasaan borjuis' dan terlibat dalam 'perilaku kapitalis yang korup'.
Selama persidangan, hakim juga menekankan bahwa para terdakwa "tidak menunjukkan loyalitas kepada organisasi dan kelompok, tetapi justru terjebak dalam keegoisan dan menjadi 'rumput liar beracun' yang menggerogoti sistem sosialis."
Sebagai barang bukti, pihak berwenang menyita peralatan medis, silikon selundupan, dan sejumlah uang tunai.
Menurut laporan Daily NK, beberapa warga yang menyaksikan persidangan terbuka tersebut terbagi pendapatnya. Beberapa mengecam dokter tersebut karena "melakukan apa saja demi uang", sementara yang lain bersimpati, dengan alasan bahwa ia mungkin "tidak punya cara lain untuk mencari nafkah."
Laporan yang sama mengatakan bahwa banyak perempuan di kota Sariwon kini hidup dalam ketakutan akan penggeledahan jika mereka dicurigai telah menjalani prosedur kosmetik.
Para pengamat internasional menilai tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan rezim Korea Utara untuk mengekang pengaruh budaya asing dan memastikan warga negaranya mematuhi ideologi sosialis murni yang digariskan oleh pemimpinnya.
(wbs)
Lihat Juga :