TikTok vs Komdigi: Kronologi Pembekuan Sementara, Data yang Disembunyikan, serta Kaitan dengan Judol
Senin, 06 Oktober 2025 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Penolakan Data: "Bom Waktu" yang Meledak
Di sinilah drama memuncak. Menurut Alexander Sabar, pemerintah telah memanggil perwakilan TikTok untuk klarifikasi langsung pada 16 September 2025 dan memberi waktu hingga 25 September 2025 untuk menyediakan data lengkap yang diminta.Namun, respons TikTok datang melalui surat tertanggal 23 September 2025, yang menyatakan bahwa kebijakan internal mereka mencegah pemenuhan permintaan data secara penuh.
Penolakan ini lantas memicu Komdigi untuk mengambil tindakan tegas.
"Langkah ini merupakan bentuk ketegasan Pemerintah setelah TikTok hanya memberikan data secara parsial atas aktivitas TikTok Live selama periode unjuk rasa 25–30 Agustus 2025," ujar Alexander.
Insiden ini bahkan mendapat sorotan dari media internasional sekelas Bloomberg, yang melaporkan bahwa TikTok menolak untuk membagikan data lengkap mengenai aktivitas live streaming-nya selama demonstrasi nasional pada akhir Agustus, yang dipicu oleh kematian seorang pengemudi ojek online.
"Di TikTok, kami menghormati hukum dan peraturan di pasar tempat kami beroperasi," kata TikTok dalam pernyataan resminya, yang dikutip oleh Bloomberg, sembari menegaskan komitmen untuk menjaga privasi pengguna.
Pembekuan ini, meski hanya sementara, menyoroti tantangan regulasi yang dihadapi platform milik China ini di salah satu pasar terbesarnya.
Indonesia adalah pasar krusial bagi strategi TikTok di Asia Tenggara, baik untuk pertumbuhan pengguna maupun ekspansinya ke ranah belanja online melalui TikTok Shop.
Lihat Juga :