Tanpa Sadar Dipakai Setiap Hari, Ternyata Aplikasi Waze hingga Instagram Lite Lahir di Israel
Selasa, 30 September 2025 - 22:33 WIB
loading...
Aplikasi Waze yang banyak digunakan warga Indonesia ternyata buatan Israel. Foto: Sindonews
A
A
A
ISRAEL - Setiap pagi, jutaan pengendara di Indonesia menyalakan aplikasi Waze untuk mencari jalan tikus demi menghindari kemacetan. Namun, di balik ikon hantu ceria yang menjadi pemandu setia itu, tersimpan kisah asal-usul yang mungkin akan mengejutkan banyak penggunanya: Waze, bersama sejumlah aplikasi populer lainnya, lahir dari industri teknologi Israel.
Ini adalah fenomena di mana jejak digital dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Indonesia, ternyata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warganya.
Dengan konsep navigasi berbasis komunitas (community-driven), di mana pengguna saling berbagi informasi lalu lintas secara real-time, Waze dengan cepat menarik perhatian dunia.
Puncaknya terjadi pada Juni 2013, ketika raksasa teknologi Google mengakuisisinya dengan nilai yang fantastis sebesar USD1,3 miliar (sekitar Rp19 triliun dengan kurs saat ini).
Kini, Waze diperkirakan memiliki 130 juta pengguna aktif di seluruh dunia yang mengandalkannya setiap hari.
1. Moovit: Jika Waze adalah raja untuk kendaraan pribadi, Moovit adalah andalan para pengguna transportasi umum. Aplikasi populer untuk navigasi bus, kereta, dan angkutan kota ini juga didirikan dan dikembangkan di Israel.
2. Instagram Lite: Banyak yang tak tahu, versi ringan dari Instagram yang dirancang untuk ponsel dengan spesifikasi rendah dan koneksi internet lambat ini ternyata dikembangkan di Israel. Tujuannya adalah untuk menjangkau pasar berkembang, termasuk Indonesia.
3. Aplikasi Lainnya: Jejak mereka juga ada di aplikasi yang lebih spesifik, mulai dari VoGi yang memungkinkan pengguna mengirim emoji suara, hingga Home Front Command App, aplikasi resmi militer Israel untuk peringatan keselamatan publik bagi warganya.
Bagaimana bisa sebuah negara kecil di Timur Tengah menjadi salah satu raksasa teknologi dunia? Jawabannya terletak pada ekosistem inovasi yang sangat subur, didukung oleh modal ventura kuat dan budaya teknologi yang seringkali lahir dari unit-unit militer canggih.
Ini adalah fenomena di mana jejak digital dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Indonesia, ternyata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warganya.
Waze: Sang Bintang dari Tel Aviv yang Dibeli Google Rp19 Triliun
Sebelum menjadi raksasa navigasi global, aplikasi ini dimulai dari proyek bernama FreeMap Israel. Ia didirikan oleh tiga pengusaha Israel: Ehud Shabtai, Amir Shinar, dan Uri Levine, yang merupakan veteran dari Unit 8200, unit intelijen siber elite di militer Israel.Dengan konsep navigasi berbasis komunitas (community-driven), di mana pengguna saling berbagi informasi lalu lintas secara real-time, Waze dengan cepat menarik perhatian dunia.
Puncaknya terjadi pada Juni 2013, ketika raksasa teknologi Google mengakuisisinya dengan nilai yang fantastis sebesar USD1,3 miliar (sekitar Rp19 triliun dengan kurs saat ini).
Kini, Waze diperkirakan memiliki 130 juta pengguna aktif di seluruh dunia yang mengandalkannya setiap hari.
Bukan Cuma Waze: Jejak Digital di Mana-mana
Waze hanyalah puncak dari gunung es. Industri teknologi Israel, yang sering dijuluki "Startup Nation", telah melahirkan banyak aplikasi lain yang mungkin ada di ponsel Anda tanpa disadari:1. Moovit: Jika Waze adalah raja untuk kendaraan pribadi, Moovit adalah andalan para pengguna transportasi umum. Aplikasi populer untuk navigasi bus, kereta, dan angkutan kota ini juga didirikan dan dikembangkan di Israel.
2. Instagram Lite: Banyak yang tak tahu, versi ringan dari Instagram yang dirancang untuk ponsel dengan spesifikasi rendah dan koneksi internet lambat ini ternyata dikembangkan di Israel. Tujuannya adalah untuk menjangkau pasar berkembang, termasuk Indonesia.
3. Aplikasi Lainnya: Jejak mereka juga ada di aplikasi yang lebih spesifik, mulai dari VoGi yang memungkinkan pengguna mengirim emoji suara, hingga Home Front Command App, aplikasi resmi militer Israel untuk peringatan keselamatan publik bagi warganya.
Bagaimana bisa sebuah negara kecil di Timur Tengah menjadi salah satu raksasa teknologi dunia? Jawabannya terletak pada ekosistem inovasi yang sangat subur, didukung oleh modal ventura kuat dan budaya teknologi yang seringkali lahir dari unit-unit militer canggih.
(dan)
Lihat Juga :