Afghanistan Gelap Gulita: Takut Warga Akses Pornografi, Rezim Taliban Padamkan Internet Seluruh Negara
Selasa, 30 September 2025 - 20:19 WIB
loading...
A
A
A
Secara resmi, Taliban membingkai keputusan ini sebagai perang suci melawan maksiat. Dekrit yang dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi mereka, Hibatullah Akhundzada, pada awal bulan bertujuan untuk memberantas "imoralitas" di dunia maya.
“Langkah ini diambil untuk mencegah imoralitas,” kata Haji Attaullah Zaid, juru bicara pemerintah provinsi Balkh, saat pemadaman mulai diuji coba di wilayahnya beberapa minggu lalu.
Namun, di balik alasan moral yang tampak mulia itu, para analis dan pengamat melihat agenda yang jauh lebih kelam dan kompleks.
Mahbob Shah Mahbob, jurnalis Afghanistan di pengasingan, menyebutkan bahwa selain kekhawatiran tentang "akses konten pornografi," ada alasan lain yang lebih strategis.
“Mereka juga khawatir tentang bagaimana aturan ekstremis mereka di dalam Afghanistan dipandang oleh dunia luar dan publisitas buruk yang dihasilkannya,” ujar Mahbob.
Menurutnya, pemadaman internet adalah langkah putus asa yang didorong oleh ketakutan akan pengawasan teknologi Barat.
“Beberapa tokoh kunci Taliban dan kelompok teroris lainnya takut mereka dapat dilacak melalui ponsel pintar dan internet,” kata Saraj, yang kini menjadi profesor di King's College London.
“Langkah ini diambil untuk mencegah imoralitas,” kata Haji Attaullah Zaid, juru bicara pemerintah provinsi Balkh, saat pemadaman mulai diuji coba di wilayahnya beberapa minggu lalu.
Namun, di balik alasan moral yang tampak mulia itu, para analis dan pengamat melihat agenda yang jauh lebih kelam dan kompleks.
Mahbob Shah Mahbob, jurnalis Afghanistan di pengasingan, menyebutkan bahwa selain kekhawatiran tentang "akses konten pornografi," ada alasan lain yang lebih strategis.
“Mereka juga khawatir tentang bagaimana aturan ekstremis mereka di dalam Afghanistan dipandang oleh dunia luar dan publisitas buruk yang dihasilkannya,” ujar Mahbob.
Ketakutan Para Pemimpin di Era Digital
Motivasi yang paling mengerikan mungkin datang dari paranoia para elite Taliban itu sendiri. Ahmad Zia Saraj, mantan kepala intelijen di bawah pemerintahan demokratis sebelumnya, memberikan analisis tajam.Menurutnya, pemadaman internet adalah langkah putus asa yang didorong oleh ketakutan akan pengawasan teknologi Barat.
“Beberapa tokoh kunci Taliban dan kelompok teroris lainnya takut mereka dapat dilacak melalui ponsel pintar dan internet,” kata Saraj, yang kini menjadi profesor di King's College London.
Lihat Juga :