2.333 Desa Belum Tersentuh Internet, Pelaku Industri ICT Didorong Kolaborasi
Minggu, 28 September 2025 - 19:16 WIB
loading...
Masih ada ribuan desa yang belum tersentuh internet sehingga butuh kolaborasi dari para pelaku industri ICT. Foto: Komdigi
A
A
A
BANDUNG - Di tengah sorotan tajam terhadap masih terisolirnya ribuan desa dari akses internet, para pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serentak menyuarakan deklarasi dukungan mereka.
Aksi ini jadi panggung kolaborasi, disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, sebagai komitmen mempercepat digitalisasi nasional sesuai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Deklarasi yang dibalut dalam upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Sabtu (27/9), seolah menjadi jawaban atas kritik keras terhadap lambatnya pemerataan digital.
Menteri Meutya Hafid, tak menutupi fakta pahit: "Masih ada 2.333 desa di Indonesia yang belum terkoneksi internet. Terdiri dari 2.017 desa belum mendapat layanan 4G, serta 316 desa tidak berpenghuni namun tetap tercatat dalam peta pembangunan."
Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cermin nyata dari kesenjangan yang harus segera dijembatani.
Ia juga menyinggung persentase fixed broadband rumah tangga yang baru mencapai 27,4 persen, sinyal bahwa perjuangan masih panjang.
Menyambut seruan itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, mengakui tantangan besar ini.
Aksi ini jadi panggung kolaborasi, disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, sebagai komitmen mempercepat digitalisasi nasional sesuai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Deklarasi yang dibalut dalam upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Sabtu (27/9), seolah menjadi jawaban atas kritik keras terhadap lambatnya pemerataan digital.
Menteri Meutya Hafid, tak menutupi fakta pahit: "Masih ada 2.333 desa di Indonesia yang belum terkoneksi internet. Terdiri dari 2.017 desa belum mendapat layanan 4G, serta 316 desa tidak berpenghuni namun tetap tercatat dalam peta pembangunan."
Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cermin nyata dari kesenjangan yang harus segera dijembatani.
Ia juga menyinggung persentase fixed broadband rumah tangga yang baru mencapai 27,4 persen, sinyal bahwa perjuangan masih panjang.
Menyambut seruan itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, mengakui tantangan besar ini.
Lihat Juga :