Cara Menghindari Kejahatan Penipuan Deepfake dan Voice Clone
Minggu, 28 September 2025 - 14:56 WIB
loading...
Penipuan Deepfake dan Voice Clone. FOTO/ INDIA TODAY
A
A
A
JAKARTA - Modus penipuan dengan kecerdasan buatan (AI) seperti Deepfake dan Voice Clone jadi momok menakutkan. Pasalnya modus ini menggunakan teknologi canggih yang bisa meniru suara dan fisik orang lain dalam mencari korbannya.
BACA JUGA - Presiden Korea Selatan Berlakukan Darurat Pornografi Deepfake
Pada awalnya, teknologi ini banyak digunakan untuk hiburan, seperti pembuatan konten kreatif, film, hingga media sosial. Namun, seiring perkembangannya, tren penggunaan deepfake AI di dunia digital justru semakin mengkhawatirkan karena mulai disalahgunakan untuk tujuan kejahatan.
Salah satu contoh video hasil deepfake yang viral akhir-akhir ini adalah video yang menampilkan Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani seolah-olah menyatakan bahwa guru merupakan beban negara. Video tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai hoaks dan hasil rekayasa deepfake.
Begitu banyaknya macam-macam modus penipuan, sehingga kamu harus menghindarinya dengan sejumlah cara yakni:
1. Jangan Instal File APK Sembarangan
Selalu waspada terhadap file yang berformat .apk, terutama dari pengirim tak dikenal. Aplikasi resmi hanya diunduh lewat Play Store atau App Store.
2. Jangan Langsung Klik Link
Jika mendapat link mencurigakan, jangan langsung klik. Baca baik-baik link tersebut. Biasanya, link penipuan tidak diakhiri dengan domain resmi. Hindari juga link dengan ejaan aneh dan simbol tidak biasa. Hindari login dari tautan pesan WhatsApp atau email.
3. Jangan Beri Akses Izin Aplikasi Sembarangan
Jika aplikasi meminta izin membaca SMS, kontak, atau akses bank, pertimbangkan ulang. Pelajari apa saja yang bisa diakses oleh aplikasi tersebut. Karena bisa jadi itu bisa jadi malware.
4. Ganti dari Login Password ke Biometrik
Masih pakai password, PIN, atau OTP untuk login? Saatnya beralih ke cara yang lebih aman dan praktis: biometrik.
Metode otentikasi seperti pengenalan wajah atau sidik jari kini bisa menggantikan kredensial lama yang rawan diretas. Dengan biometrik, kamu tidak perlu lagi mengetik informasi rahasia yang bisa dicuri lewat link phishing, malware, atau serangan social engineering.
Misalnya, saat kamu menerima link mencurigakan lewat WhatsApp atau email, metode biometrik tetap melindungi akun karena tidak ada data apapun yang dicuri.
Login Anti Modus Penipuan
Kamu mungkin bertanya-tanya: seperti apa sih bentuk login tanpa password itu?
Jawabannya ada pada dua teknologi otentikasi dari VIDA yang melindungi akun online-mu dari modus penipuan terbaru. Yuk, kenalan dengan VIDA PhoneToken dan VIDA FaceToken.
1. VIDA PhoneToken: Login yang Terkunci di Perangkatmu
VIDA PhoneToken adalah teknologi otentikasi yang mengikat akun online-mu (misalnya, akun perbankan, e-wallet, dan e-commerce) dengan perangkat yang kamu gunakan saat mendaftar.
Ini penting karena sekalipun ada pihak jahat yang berhasil mendapatkan OTP, password, atau PIN kamu lewat phishing, mereka tetap tidak akan bisa login kalau mereka tidak menggunakan perangkat yang benar.
Contohnya begini: Kamu hendak login ke aplikasi mobile banking. Begitu kamu masukkan data, sistem akan langsung mengecek apakah kamu memakai perangkat yang sama seperti saat kamu pertama kali mendaftar. Kalau ternyata kamu login dari HP lain, walaupun data yang kamu masukkan benar, sistem akan menolak akses tersebut.
2. VIDA FaceToken: Wajah Asli sebagai Kunci
Jika PhoneToken mengunci akses lewat perangkat, VIDA FaceToken mengunci akses lewat wajah asli pengguna. Ini adalah otentikasi biometrik yang menggunakan teknologi liveness detection untuk membedakan wajah manusia hidup dengan foto, video, bahkan deepfake sekalipun.
“Bukannya login pakai wajah itu biasa, kan?” Nah, walaupun login pakai wajah sudah banyak digunakan, tapi masih banyak sistem pengenalan wajah di luar sana masih bisa dikelabui dengan video atau gambar.
VIDA FaceToken bukan sekadar selfie, tapi mengamati apakah wajah yang terekam benar-benar hidup. Dengan begitu, hanya kamu, pengguna asli, yang bisa login ke akun. Bukan orang lain yang pakai videomu, bukan bot, dan bukan deepfake.
Dengan kombinasi VIDA PhoneToken dan FaceToken, kamu tidak perlu password, OTP, dan data pribadi lainnya yang memungkinkan pencurian akun.
Modus penipuan terbaru semakin sulit dikenali karena tampilannya yang menyerupai layanan resmi. Di sisi lain, teknologi keamanan juga semakin berkembang, salah satunya login tanpa password.
Tapi yang paling penting, jangan panik jika menerima pesan mencurigakan. Jangan langsung klik, unduh, atau transfer.
BACA JUGA - Presiden Korea Selatan Berlakukan Darurat Pornografi Deepfake
Pada awalnya, teknologi ini banyak digunakan untuk hiburan, seperti pembuatan konten kreatif, film, hingga media sosial. Namun, seiring perkembangannya, tren penggunaan deepfake AI di dunia digital justru semakin mengkhawatirkan karena mulai disalahgunakan untuk tujuan kejahatan.
Salah satu contoh video hasil deepfake yang viral akhir-akhir ini adalah video yang menampilkan Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani seolah-olah menyatakan bahwa guru merupakan beban negara. Video tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai hoaks dan hasil rekayasa deepfake.
Begitu banyaknya macam-macam modus penipuan, sehingga kamu harus menghindarinya dengan sejumlah cara yakni:
1. Jangan Instal File APK Sembarangan
Selalu waspada terhadap file yang berformat .apk, terutama dari pengirim tak dikenal. Aplikasi resmi hanya diunduh lewat Play Store atau App Store.
2. Jangan Langsung Klik Link
Jika mendapat link mencurigakan, jangan langsung klik. Baca baik-baik link tersebut. Biasanya, link penipuan tidak diakhiri dengan domain resmi. Hindari juga link dengan ejaan aneh dan simbol tidak biasa. Hindari login dari tautan pesan WhatsApp atau email.
3. Jangan Beri Akses Izin Aplikasi Sembarangan
Jika aplikasi meminta izin membaca SMS, kontak, atau akses bank, pertimbangkan ulang. Pelajari apa saja yang bisa diakses oleh aplikasi tersebut. Karena bisa jadi itu bisa jadi malware.
4. Ganti dari Login Password ke Biometrik
Masih pakai password, PIN, atau OTP untuk login? Saatnya beralih ke cara yang lebih aman dan praktis: biometrik.
Metode otentikasi seperti pengenalan wajah atau sidik jari kini bisa menggantikan kredensial lama yang rawan diretas. Dengan biometrik, kamu tidak perlu lagi mengetik informasi rahasia yang bisa dicuri lewat link phishing, malware, atau serangan social engineering.
Misalnya, saat kamu menerima link mencurigakan lewat WhatsApp atau email, metode biometrik tetap melindungi akun karena tidak ada data apapun yang dicuri.
Login Anti Modus Penipuan
Kamu mungkin bertanya-tanya: seperti apa sih bentuk login tanpa password itu?
Jawabannya ada pada dua teknologi otentikasi dari VIDA yang melindungi akun online-mu dari modus penipuan terbaru. Yuk, kenalan dengan VIDA PhoneToken dan VIDA FaceToken.
1. VIDA PhoneToken: Login yang Terkunci di Perangkatmu
VIDA PhoneToken adalah teknologi otentikasi yang mengikat akun online-mu (misalnya, akun perbankan, e-wallet, dan e-commerce) dengan perangkat yang kamu gunakan saat mendaftar.
Ini penting karena sekalipun ada pihak jahat yang berhasil mendapatkan OTP, password, atau PIN kamu lewat phishing, mereka tetap tidak akan bisa login kalau mereka tidak menggunakan perangkat yang benar.
Contohnya begini: Kamu hendak login ke aplikasi mobile banking. Begitu kamu masukkan data, sistem akan langsung mengecek apakah kamu memakai perangkat yang sama seperti saat kamu pertama kali mendaftar. Kalau ternyata kamu login dari HP lain, walaupun data yang kamu masukkan benar, sistem akan menolak akses tersebut.
2. VIDA FaceToken: Wajah Asli sebagai Kunci
Jika PhoneToken mengunci akses lewat perangkat, VIDA FaceToken mengunci akses lewat wajah asli pengguna. Ini adalah otentikasi biometrik yang menggunakan teknologi liveness detection untuk membedakan wajah manusia hidup dengan foto, video, bahkan deepfake sekalipun.
“Bukannya login pakai wajah itu biasa, kan?” Nah, walaupun login pakai wajah sudah banyak digunakan, tapi masih banyak sistem pengenalan wajah di luar sana masih bisa dikelabui dengan video atau gambar.
VIDA FaceToken bukan sekadar selfie, tapi mengamati apakah wajah yang terekam benar-benar hidup. Dengan begitu, hanya kamu, pengguna asli, yang bisa login ke akun. Bukan orang lain yang pakai videomu, bukan bot, dan bukan deepfake.
Dengan kombinasi VIDA PhoneToken dan FaceToken, kamu tidak perlu password, OTP, dan data pribadi lainnya yang memungkinkan pencurian akun.
Modus penipuan terbaru semakin sulit dikenali karena tampilannya yang menyerupai layanan resmi. Di sisi lain, teknologi keamanan juga semakin berkembang, salah satunya login tanpa password.
Tapi yang paling penting, jangan panik jika menerima pesan mencurigakan. Jangan langsung klik, unduh, atau transfer.
(wbs)
Lihat Juga :