NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Jum'at, 26 September 2025 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti menambahkan bahwa peningkatan aktivitas ini dapat mempengaruhi cuaca antariksa. Hal ini bisa memicu lebih banyak badai geomagnetik yang menghasilkan aurora di langit Bumi. Namun, peningkatan CME dan semburan radiasi juga membawa bahaya lebih besar bagi satelit, stasiun luar angkasa, dan astronot.
NASA menegaskan, kondisi ini dapat mempengaruhi operasi pesawat ruang angkasa, keselamatan astronot, bahkan berdampak langsung pada kehidupan manusia di Bumi, karena cuaca antariksa bisa mengganggu jaringan listrik, sistem GPS, dan komunikasi radio.
Fenomena perubahan arah tren aktivitas Matahari ini juga pernah terjadi sebelumnya, tetapi penyebab pastinya masih merupakan misteri besar.
Jasinski menjelaskan bahwa meskipun siklus magnetik 11 tahunan Matahari sudah cukup dipahami, “tren jangka panjangnya masih sulit diprediksi, dan kita belum sepenuhnya memahaminya.”
NASA menegaskan, kondisi ini dapat mempengaruhi operasi pesawat ruang angkasa, keselamatan astronot, bahkan berdampak langsung pada kehidupan manusia di Bumi, karena cuaca antariksa bisa mengganggu jaringan listrik, sistem GPS, dan komunikasi radio.
Fenomena perubahan arah tren aktivitas Matahari ini juga pernah terjadi sebelumnya, tetapi penyebab pastinya masih merupakan misteri besar.
Jasinski menjelaskan bahwa meskipun siklus magnetik 11 tahunan Matahari sudah cukup dipahami, “tren jangka panjangnya masih sulit diprediksi, dan kita belum sepenuhnya memahaminya.”
(wbs)
Lihat Juga :