Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya

Jum'at, 26 September 2025 - 07:02 WIB
loading...
A A A
Para peneliti meyakini dari penanggalan isotop sampel tersebut terdapat semacam tabrakan dengan benda langit lain, dan pada saat itulah es mencair dan menguap.

Akibat tabrakan seperti ini, usia sampel terdistorsi. Jadi, awalnya, hal ini membuatnya tampak lebih tua daripada tata surya, yaitu 4,8 miliar tahun.

Sebelumnya, para ahli mengira bahwa asteroid berkarbon - komponen integral Bumi - bertanggung jawab membawa sejumlah besar air (setara dengan banyak samudra) di dalam mineral.

Sekarang, dengan penambahan es yang telah lama ditemukan, para peneliti memperkirakan asteroid tersebut mungkin telah mengirimkan air dua hingga tiga kali lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya, yang setara dengan 60 hingga 90 kali massa lautan Bumi.

Menurut perbandingan isotop, sekitar 6 persen materi Bumi terdiri dari material asteroid seperti Ryugu. Oleh karena itu, total air yang dikirim ke Bumi bisa mencapai 1,8 persen dari massa planet.

"Kami menemukan bahwa Ryugu menyimpan catatan aktivitas air yang murni, bukti bahwa cairan bergerak melalui bebatuannya jauh lebih lambat dari yang kami duga," kata Associate Professor Tsuyoshi Iizuka dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet di Universitas Tokyo, menurut Discover.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved