Misteri Bobolnya RDN Rp70 Miliar: Pakar Ungkap Celah Maut di Balik Sistem Super Aman
Selasa, 16 September 2025 - 08:16 WIB
loading...
Targeted attack dilakukan para penjahat siber untuk mengeksploitasi suatu sistem keamanan yang susah ditembus. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Rekening Dana Nasabah (RDN) selama ini dianggap sebagai salah satu "brankas digital" teraman di dunia keuangan. Didesain dengan sistem keamanan berlapis, ia adalah benteng yang menjaga dana para investor di pasar modal.
Salah satu kunci terkuatnya: dana dari RDN hanya bisa ditransfer ke satu rekening pribadi pemilik yang sudah terdaftar. Mustahil untuk dialihkan ke tempat lain.
Namun, pekan lalu, benteng yang dianggap mustahil ditembus itu jebol. Sebuah aksi peretasan canggih berhasil menyedot dana nasabah hingga mencapai nilai fantastis Rp70 miliar dari RDN di PT Panca Global Sekuritas (PGS) yang menggunakan BCA sebagai bank kustodian.
Insiden ini sontak mengirimkan gelombang kejut ke seluruh industri pasar modal Indonesia dan memicu investigasi cepat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertanyaan besarnya: bagaimana para peretas berhasil melewati berlapis-lapis gembok keamanan yang seharusnya super aman?
Pihak-pihak terkait pun segera merilis pernyataan yang terkesan defensif. BCA, melalui Corporate Secretary-nya I Ketut Alam Wangsawijaya, menegaskan, "Dapat kami pastikan bahwa sistem BCA aman." Mereka menyatakan investigasi sedang berjalan.
Salah satu kunci terkuatnya: dana dari RDN hanya bisa ditransfer ke satu rekening pribadi pemilik yang sudah terdaftar. Mustahil untuk dialihkan ke tempat lain.
Namun, pekan lalu, benteng yang dianggap mustahil ditembus itu jebol. Sebuah aksi peretasan canggih berhasil menyedot dana nasabah hingga mencapai nilai fantastis Rp70 miliar dari RDN di PT Panca Global Sekuritas (PGS) yang menggunakan BCA sebagai bank kustodian.
Insiden ini sontak mengirimkan gelombang kejut ke seluruh industri pasar modal Indonesia dan memicu investigasi cepat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertanyaan besarnya: bagaimana para peretas berhasil melewati berlapis-lapis gembok keamanan yang seharusnya super aman?
Rentetan Peristiwa dan Sikap Saling Jaga
Kepanikan mulai merebak pada Jumat (12/9) ketika kabar ini mencuat. OJK, melalui Deputi Komisioner I. B. Aditya Jayaantara, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan segera menggelar rapat koordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Pihak-pihak terkait pun segera merilis pernyataan yang terkesan defensif. BCA, melalui Corporate Secretary-nya I Ketut Alam Wangsawijaya, menegaskan, "Dapat kami pastikan bahwa sistem BCA aman." Mereka menyatakan investigasi sedang berjalan.
Lihat Juga :