Fantastis! Tesla Siapkan Gaji Rp16.000 Triliun untuk Elon Musk, tapi Ada Syaratnya
Senin, 08 September 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Drama di Balik Layar: Perhatian yang Terbagi
Di balik angka-angka fantastis ini, tersembunyi drama tentang kekuasaan, kontrol, dan perhatian yang terbagi.Sudah jadi rahasia umum bahwa Tesla bukan lagi satu-satunya "mainan" Musk. Perhatiannya tersedot ke kerajaan bisnis pribadinya yang lain: perusahaan roket SpaceX, layanan internet satelit Starlink, firma kecerdasan buatan xAI, dan tentu saja, platform media sosial X (dulu Twitter) yang ia beli seharga Rp704 triliun (USD44 miliar) pada 2022.
Keterlibatan Musk yang semakin dalam di dunia politik juga membuat dewan direksi gelisah. "Pesan sederhana yang dikirim dewan kepada Elon adalah: 'Kami ingin perhatian Anda kembali ke Tesla,'" tulis Gene Munster, seorang analis di Deepwater Asset Management.
Paket gaji raksasa ini, menurutnya, adalah cara dewan untuk memastikan waktu dan pikiran Musk kembali tercurah sepenuhnya untuk perusahaan mobil listrik tersebut.
Bagi Musk sendiri, motivasi utamanya bukanlah sekadar menambah pundi-pundi kekayaan. Ini adalah tentang kendali mutlak atas masa depan perusahaan. Pada Januari 2024, ia secara terbuka menyatakan kegelisahannya.
"Saya tidak nyaman mengembangkan Tesla menjadi pemimpin AI & robotika tanpa memiliki 25% kendali suara," tulis Musk di X. "Cukup untuk menjadi berpengaruh, tetapi tidak terlalu banyak sehingga saya tidak dapat digulingkan."
Saat ini, kepemilikan saham Musk hanya sekitar 13%. Paket baru ini adalah jalannya untuk mencapai ambang batas 25% yang ia dambakan.
"Ini semua tentang Musk yang takut ditendang keluar dari Tesla," ujar Ross Gerber, CEO Gerber Kawasaki dan salah satu investor awal Tesla yang kini kritis.
Lihat Juga :